Moneter.id – PT Buana
Lintas Lautan Tbk (BULL) mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 35,19% year
on year (yoy) di kuartal III/2018. Perusahaan berkode emiten BULL ini mencetak
pendapatan bersih sebesar US$ 65,61 juta, tumbuh dari tahun sebelumnya sebesar
US$ 48,53 juta.
“Pendapatan perusahaan
yang bergerak di industri perkapalan ini mayoritas masih disumbang dari pelanggan
besar mereka yakni PT Pertamina,” tulis perseroan disiaran persnya beberapa
waktu lalu.
Pertamina
menyumbang pendapatan sebesar US$ 35,18 juta. Pendapatan dari PT Pertamina
tersebut meningkat dari tahun sebelumnya sebesar US$ 32,98 juta.
Dari
pendapatan sisi segmen energi, BULL masih didominasi dari minyak dan FPSO
sebesar US$ 57,81 juta. Kemudian disusul oleh gas sebesar US$ 11,79 juta.
Laba bersih atau laba yang
dapat didistribusikan kepada pemilik perusahaan BULL naik 14,28% yoy menjadi
US$ 10,04 juta dari tahun sebelumnya sebesar US$ 8,79 juta.
Kenaikan laba
ini lebih rendah jika dibandingkan dengan kenaikan pendapatan karena lonjakan
beban langsung sebesar 48,70% menjadi US$ 39,48 juta.
Selain itu,
ada kenaikan beban keuangan sebesar 51,97% menjadi US$ 7,31 juta dari sebelumnya
US$ 4,81 juta. Ada juga penurunan surplus revaluasi kapal menjadi US$ 1,08 juta
dari sebelumnya US$ 562.691.
Dalam sembilan bulan
pertama tahun ini, ekuitas BULL menjadi US$ 194,36 juta, naik dari periode 31
Desember 2018 sebesar US$ 158,01 juta.
Pada 30 Mei
2018, BULL menambah modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu melalui
penerbitan 2,43 juta saham seri B. Sedangkan liabilitas BULL turun menjadi US$
128,41 juta. Total liabilitas ini turun 16,10% dari periode 31 Desember 2018
sebesar US$ 153,05 juta.
Penurunan utang terutama
adalah pinjaman jangka panjang sebesar 21,08% menjadi US$ 72,56 juta dan
pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun. Utang usaha pihak
ketiga BULL pun turun 34,27% menjadi US$ 8,19 juta.




