Moneter.id – PT
Toba Bara Sejahtera Tbk (TOBA) menyatakan telah mendapat suntikan dana pinjaman
hingga mencapai US$120 juta pada
Kamis (29/11) lalu. Pinjaman tersebut diperoleh
berdasarkan akta perjanjian kredit yang ditandatangani oleh TOBA; PT Bank
Mandiri sebagai mandated lead arranger,
agen fasilitas, agen penjamin, agen penampungan, dan kreditur awal; serta PT
Bank KEB Hana Indonesia sebagai kreditur awal.
“Tujuan
penggunaan pinjaman adalah untuk pembayaran kembali fasilitas yang telah ada,
pembiayaan akuisisi, dan general corporate
purpose,” kata
Direktur Utama TOBA, Justarina Naiborhu dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (5/12).
Justarina menjelaskan, pinjaman yang diidapat
tersebut berjangka waktu hingga 30/06/2022 dengan suku bunga LIBOR dan applicable margin.
Pada
kuartal III/2018,
PT Toba Bara Sejahtra Tbk membukukan pendapatan sebesar US$ 304,10 juta, naik
43,95% dari periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 211,25 juta.
Perseroan
menjelaskan, kenaikan pendapatan ini ditopang oleh kenaikan pendapatan keuangan
sebesar 25% dari US$ 1,39 juta di kuartal III/2017 menjadi US$ 1,74 juta di kuartal
III/2018.
Selain itu,
pendapatan lainnya juga naik 523% menjadi US$ 1,68 juta di kuartal III/2018 dari periode yang sama
tahun sebelumnya sebesar US$ 270.845.Meski begitu, seiring kenaikan pendapatan,
beban pokok penjualan TOBA juga meningkat 44,06% menjadi US$ 213,27 juta di
kuartal III/2018.
Sebagai
perbandingan pada periode yang sama tahun lalu beban pokok penjualan TOBA
tercatat sebesar US$ 148,04 juta. Meski beban pendapatan meningkat, TOBA
berhasil mencetak laba bersih sebesar US$ 23,36 juta naik 47,40% dari periode
yang sama tahun lalu sebesar US$ 15,85 juta.




