Moneter.id – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menargetkan tiga anak usahanya
untuk go public pada tahun ini.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M. Soemarno mengungkapkan,
terdapat beberapa anak usaha telah meminta izin untuk melakukan penawaran umum
perdana saham (IPO). Namun, pihaknya masih melihat dan mempertimbangkan kondisi
pasar.
”Kalau IPO tahun ini, mungkin tiga anak usaha. Paling maksimum 3 tahun
ini,” ujarnya, Kamis (17/1).
Sementara, analis Semesta Indovest, Aditya Perdana Putra menyebut,
kesuksesan IPO entitas anak perseroan pelat merah bergantung kepada beberapa
faktor. Salah satu faktor yang mempengaruhi yakni tren indeks harga saham
gabungan (IHSG) pada 2019.
”Kalau IHSG kuat dan stabil, dari kondisi market berita domestik dan
eksternal kondusif maka gelaran IPO BUMN anak bisa laku,” jelasnya.
Aditya menyarankan agar melihat kondisi sektoral dari calon emiten.
Kebijakan dari sisi tersebut akan mempengaruhi atensi investor untuk membeli
saham IPO BUMN anak.
“Momentum yang tepat bisa setelah pemilihan umum atau kondisi market
sedang bullish karena banyaknya sentimen positif di pasar jadi IPO bisa laku,”
tuturnya.
Informasi, sejumlah calon emiten anak BUMN menunda pelaksanaan IPO pada
2018. Dari sekitar 10 perseroan yang menyatakan minatnya, hanya 3 yang
mengeksekusi aksi korporasi tersebut dan 1 hanya melakukan pencatatan saham di
BEI.
Adapun, emiten baru tahun lalu dari entitas anak BUMN yakni PT BRI
Syariah Tbk, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk., PT Asuransi Tugu Pratama
Indonesia Tbk dan PT Phapros Tbk. yang melakukan pencatatan perdana saham di BEI.




