Moneter.id – Keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan
Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan menyebutkan pemerintah menyerap dana
Rp10,12 triliun dari lelang lima seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau
sukuk negara dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp21,6 triliun. Jumlah
dana yang diserap tersebut memenuhi target indikatif sebesar Rp8 triliun.
“Jumlah yang dimenangkan untuk seri SPNS01082019
mencapai Rp1,3 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,43990% dan
imbalan secara diskonto,” sebutnya, Kamis (07/2)
Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo
pada 1 Agustus 2019 sebesar Rp7,6 triliun dengan imbal hasil terendah yang
masuk 6,40625% dan tertinggi 6,65625%.
Jumlah dimenangkan untuk seri PBS014 sebesar Rp5,8
triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,70418% dan tingkat imbalan
6,5%.
Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo
pada 15 Mei 2021 ini mencapai Rp6,19 triliun dengan imbal hasil terendah masuk
7,59375% dan tertinggi 7,90625%.
Sementara untuk seri PBS019, jumlah dimenangkan
mencapai Rp0,25 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,84821% dan
tingkat imbalan 8,25%.
Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo
pada 15 September 2023 ini mencapai Rp3,35 triliun, dengan imbal hasil terendah
masuk 7,8125% dan tertinggi 8,28125%.
Untuk seri PBS022, jumlah dimenangkan mencapai
Rp1,71 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,45557% dan tingkat
imbalan 8,625%.
Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo
pada 15 April 2034 ini mencapai Rp2,01 triliun dengan imbal hasil terendah masuk
8,34375% dan tertinggi 8,84375%.
Untuk seri PBS015, jumlah dimenangkan mencapai
Rp1,26 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 9,21740% dan tingkat
imbalan 8,00%.
Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo
pada 15 Juli 2047 ini mencapai Rp2,37 triliun dengan imbal hasil terendah masuk
9,125% dan tertinggi 9,5625%.




