Moneter.id – Kepala
Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BPPP) Kasan menyampaikan bahwa Dewan
Direksi Konsorsium Karet Internasional (BoD of the IRCo) telah melakukan
pertemuan untuk membahas perkembangan pasar karet alam. Pertemuan ini dihadiri
perwakilan dari Thailand, Indonesia dan Malaysia di Bangkok, Thailand, pada
Kamis (4/4).
“Pertemuan ini menekankan kembali implementasi Agreed
Export Tonnage Scheme (AETS) ke-6 sesuai dengan regulasi domestik
masing-masing negara anggota dalam periode 4 bulan terhitung sejak 1 April
2019,” ujar
Kasan disiaran pers yang diterima Moneter.id,
Jumat (5/04).
AETS
merupakan kesepakatan diantara tiga negara anggota Komite Karet Tripartit
Internasional (International Tripartite
Rubber Council/ITRC) untuk mengurangi volume ekspor karet alam sebanyak 240
ribu metriks ton (MT).
Indonesia
telah menerbitkan Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 779 tahun 2019 tentang
Pelaksanaan AETS Keenam untuk Komoditi Karet Alam, sebagai wujud komitmen
Indonesia menjalankan kesepakatan tersebut.
Demikian
pula dengan Malaysia dan Thailand yang telah mengkonfirmasi komitmen
pelaksanaan AETS sesuai periode yang telah disepakati.
Selain
itu, di tengah inkonsistensi data produksi karet alam yang dikeluarkan oleh
berbagai pihak, ketiga negara ITRC mengkonfirmasi jumlah produksi karet alam di
tahun 2018, yaitu Thailand memproduksi 4,88 juta MT karet alam, Indonesia 3,63
juta MT, dan Malaysia 0,60 juta MT.




