Senin, Maret 2, 2026

Pembangunan Jaya Ancol Siap Bayar Obligasi Rp355,82 Miliar Kepada Bank Permata

Must Read

Moneter.id – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) mempunyai masa waktu
obligasi jatuh tempo senilai Rp350 miliar. Obligasi yang dimaksud merupakan obligasi
berkelanjutan I PJAA tahap II tahu 2018 seri A. Terhitung sejak 23 Mei 2019,
obligasi tersebut tidak tercatat dan tidak bisa diperdagangkan lagi di Bursa
Efek Indonesia.

“PJAA sebelumnya telah mengkonfirmasi bahwa pihaknya
siap membayar obligasi senilai Rp355,82 miliar kepada PT Bank Permata Tbk.
(BNLI),” kata Direktur Pembangunan Jaya Ancol Daniel Nainggolan.

Ia menjelaskan, perseroan mendapat surat dari PT
Bank Permata Tbk. pada 26 April 2019. Surat tersebut menyangkut konfirmasi
kesiapan dana pembayaran pokok seri A dan bunga ke-4obligasi berkelanjutan I
Jaya Ancol tahap II tahun 2018 seri B.

”Kami menyampaikan dengan ini siap melaksanakan
pembayaran bunga tersebut senilai Rp355.818.750.000,” papar Daniel, Kamis (23/05/2019).

Pembayaran
bunga tersebut akan dilakukan sesuai tanggal yang tercantum dalam surat dari PT
Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Bukti transfer juga akan disampaikan
ke KSEI.

Per Maret 2019, ekuitas perseroan naik menjadi
Rp2,14 triliun dari sebelumnya Rp2,12 triliun. Total aset mencapai Rp4,35 triliun,
terkoreksi tipis dari akhir 2018 senilai Rp4,36 triliun.

Pendapatan
perusahaan mencapai Rp266,64 miliar, turun dari posisi per Maret 2018 sebesar
Rp279,61 miliar. Laba bersih pun merosot menuju Rp10,11 miliar dari sebelumnya
Rp39,82 miliar. Selain itu, perseroan juga mengungkapkan, telah menyerap
belanja modal senilai Rp 110 miliar hingga April 2019.

Emiten
pariwisata ini sebelumnya berencana mengalokasikan belanja modal (capex) hingga
Rp1,1 triliun secara multiyears, yang mana sebagian besar bakal digunakan untuk
pengembangan segmen rekreasi. Dana itu diambil dari kas internal dan aksi
korporasi. Pada tahun ini, PJAA memproyeksikan pertumbuhan laba 10%-15%.

Adapun laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk pada 2018 senilai Rp223,38 miliar, naik 1,43% dari
posisi Rp220,21 miliar pada 2017.

Dengan demikian, target laba PJAA pada 2019 bila
naik 10%-15% dari 2018 bakal sekitar Rp245,71 miliar–Rp256,88 miliar.

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

BCA Alokasikan Dana Tunai Rp65,7 Triliun Guna Penuhi Kebutuhan Transaksi Ramadan dan Idulfitri 2026

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyatakan kesiapannya dalam mendukung kelancaran transaksi masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img