Selasa, Januari 27, 2026

Ini Solusi Nielsen Bantu Perusahaan Media dan Pengiklan Lakukan Penetrasi

Must Read

Moneter.id – Dalam
era digital saat ini dimana konsumen menjalani
‘seamless lifestyle’ atau tidak lagi memisahkan aktifitas online atau offline, perusahaan media dan pengiklan menghadapi tantangan
untuk membuat keputusan yang tepat antara anggaran iklan yang berubah dari
konvensional ke digital menuju ke ‘monetisasi’ metrik untuk menjangkau target audience yang efektif.

Executive Director Media Nielsen Indonesia, Hellen Katherina mengatakan, bahwa untuk membantu perusahaan media dan pengiklan melakukan penetrasi dan
menarik perhatian konsumen dalam lanskap media yang baru ini,
Nielsen menghubungkan
semua kapabilitas pengukuran online atau offline
ke dalam suatu kerangka yang komprehensif, yang mengukur “Total Audience.”

Data Nielsen Consumer & Media View
(CMV) menunjukkan bahwa di Indonesia, pertumbuhan kepemilikan
smartphone yang mencapai 250% dalam lima
tahun terakhir (2014-2019) dan karakteristik
smartphone yang selalu terhubung menjadi pendorong ‘seamless lifestyle’ tersebut..

Televisi memang masih mendominasi konsumsi media, namun
bila dilihat dari lamanya waktu yang dihabiskan untuk konsumen untuk menonton
TV, televisi tidak mengalami pertumbuhan dalam tiga tahun terakhir
,” kata Hellen di Jakarta, Kamis (12/9).

Mengutip data Nielsen Consumer &
Media View (CMV), pada kuartal
I/2016 konsumen di 11 kota di Indonesia menghabiskan waktu
rata-rata 4 jam 54 menit dalam satu hari untuk menonton televisi; dan di
kuartal
I/2019 mereka menghabiskan waktu rata-rata 4 jam 59 menit.

Sementara itu, waktu yang dihabiskan
untuk mengkonsumsi internet justru semakin meningkat dalam tiga tahun terakhir,
dari 2 jam 26 menit per hari di kuartal satu 2016 menjadi 3 jam 20 menit per
hari di kuartal yang sama tahun 2019. Jelas bahwa digital mulai ‘mengejar’
televisi, sehingga dipandang sebagai pendatang baru yang ‘seksi’ dalam media
mix.
 

Seiring dengan meningkatnya waktu yang
dihabiskan untuk mengkonsumsi internet, batas antara
online dan offline pun
menjadi samar karena konsumen tidak lagi memisahkan kedua platform tersebut
dalam menjalankan aktivitas mereka.

Studi Nielsen CMV menunjukkan konsistensi
perilaku konsumen dalam menggunakan platform
online dan offline sebagai
berikut:
  88% konsumen yang mengaku
memiliki hobi fotografi memiliki akun Instagram (layanan jejaring sosial untuk
berbagi foto dan video), 85% konsumen yang hobi bermain gim menyatakan bahwa
mereka juga bermain gim
online, dan
konsumen yang suka makan di restoran juga memiliki kecenderungan lebih tinggi
untuk memesan makanan secara
online.

Kemudian, 1(satu) dari 4(empat) orang
yang suka berbelanja di pusat perbelanjaan juga berbelanja
online. Perubahan perilaku dalam konsumsi media ini membuat
kebiasaan
cross-platform antara media
digital dengan media konvensional menjadi suatu hal yang lumrah, dan digital
menjadi irisan pada setiap jenis media konvensional, baik televisi, radio
maupun cetak.

Seamless lifestyle membuat strategi promosi di media
digital menjadi penting. Studi Nielsen Advertising Intelligence (Ad Intel) pada
kuartal
II/2019 menunjukkan bahwa porsi belanja iklan di media digital cukup besar
di tiga kategori, yaitu 25% untuk kategori Layanan Online, 20% untuk kategori
Perangkat Komunikasi dan 6% untuk kategori Makanan Instan / Mi Instan.

Nielsen Total Audience Lengkapi Pengukuran Offline
dan Online

Untuk membantu perusahaan media dan
pengiklan melakukan penetrasi dan menarik perhatian konsumen dalam lanskap
media baru ini, Nielsen menghubungkan semua kapabilitas pengukuran
online atau offline ke dalam kerangka kerja
komprehensif yang mengukur
“Total
Audience”.

Total Audience Measurement
mengaplikasikan teknologi canggih yang menggabungkan
Nano People Meter dan Streaming
Meter
dengan “Pendekatan Big
Data
dan Data Science“, yang
dihubungkan oleh Nielsen Software Development Kit (SDK) terbaru. Selain
komprehensif, berbiaya rendah dan berkualitas tinggi, solusi teknologi ini juga
didesain untuk berbaur dengan lingkungan rumah, dimana desain perangkat yang
digunakan sangat simpel dan modern.

Para
pelaku industri media di Indonesia kedepannya dapat mengukur kepemirsaan pada
media konvensional dan media digital secara lebih mudah, bahkan lebih jauh lagi
dapat melihat demografi pemirsa yang mengkonsumsi konten dan iklan yang
ditayangkan
,” tungkas Hellen.

Solusi
Total Audience Measurement ini telah tersedia di Nielsen di Amerika Serikat dan
entitas Nielsen di negara lainnya siap untuk memulai.
“Strategi pemasaran
seharusnya tak lagi memisahkan digital dan konvensional, dimana masing-masing
media memiliki keunikan untuk membantu pengiklan mencapai tujuan
,” ucap
Hellen.

Kata Hellen, oleh karena itu, diperlukan pengukuran yang
komprehensif untuk memberikan gambaran yang menyeluruh mengenai touch-point dari konsumen sehingga
pengiklan bisa menghitung ROI (Return Of
Investment)
dengan mencocokkan data antara siapa yang melihat dan tidak
melihat iklan mereka, dan siapa yang membeli dan tidak membeli produk mereka.

“Di
sisi lain, pengukuran yang independen sangatlah penting untuk memberikan
kepercayaan diri bagi para pemasar dan pengiklan untuk terus melakukan
investasi di media digital. Kami mengajak para pelaku industri media untuk
mulai bergerak ke arah Total
Audience 
dan cross-media measurement untuk membantu industri mendapatkan
strategi monetisasi yang maksimal, dan Nielsen siap menyediakan solusi tersebut
,” lanjut Hellen.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Hadirkan Saham AS, Kini Diversifikasi Aset Lebih Praktis di Satu Aplikasi Valbury

Perusahaan pialang berjangka, Valbury Asia Futures (Valbury) memulai langkah di awal 2026 ini dengan memperkuat layanan multi aset di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img