Moneter.id – Islamic
Digital Day bertema “Potensi Ekosistem Ekonomi Syariah Digital Indonesia” digelar
di Financial Club Graha Niaga, Jakarta, Senin, 16 September 2019. Acara ini bertujuan
untuk mendorong tumbuhnya inovasi, teknologi dan digital platform sebagai
bagian yang terintegrasi dengan gaya hidup masa kini yang menuntut pelayanan
prima, cepat, mudah, nyaman dan berkah.
Direktur
Pengembangan Ekonomi Syariah dan Industri Halal Komite Nasional Keuangan
Syariah (KNKS), Afdhal Aliasar menjelaskan, bahwa Ekosistem Ekonomi Syariah
Digital perlu dikembangkan untuk pemenuhan kebutuhan seiring dengan
berkembangnya teknologi dan pola bisnis yang demikian cepat.
“Ekosistem
ini merupakan integrasi dari inovasi, teknologi dan platform digital sesuai
dengan prinsip syariah untuk memfasilitasi gaya hidup 4.0 yang menuntut
pelayanan prima fully-digital,”
ucapnya.
Kata Afdhal,
Indonesia telah memiliki banyak beragam solusi ekonomi syariah digital yang
telah memberikan kemudahan dalam kehidupan sehari-hari.
The State of the Global Islamic
Economy Report 2018-2019
mencatat besaran total pengeluaran belanja masyarakat Muslim dunia pada 2017 di
berbagai sektor halal mencapai USD 2,1 triliun dan diperkirakan akan terus tumbuh
hingga USD 3 triliun pada 2023.
Sejalan
dengan kondisi global tersebut, Direktur Eksekutif KNKS, Ventje Rahardjo,
menilai bahwa Indonesia memiliki potensi yang luar biasa untuk memanfaatkan
peluang dari berkembangnya industri halal global.
“Melalui
KNKS, Pemerintah mendorong munculnya sistem pembayaran digital syariah dan marketplace halal untuk menstimulus
pertumbuhan sektor-sektor industri halal lainnya,” paparnya.
Komite
Nasional Keuangan Syariah (KNKS) adalah Lembaga Non Struktural yang dipimpin
oleh Presiden dan bertugas untuk mempercepat, memperluas serta memajukan
pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.
Sejalan
dengan peluncuran Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2019-2024 pada
Mei 2019 oleh Presiden Joko Widodo, Indonesia mempunyai visi sebagai pemain
utama ekonomi syariah terkemuka dunia. Salah satu strategi utamanya adalah
Penguatan di bidang ekonomi digital yaitu perdagangan (e-commerce, marketplace)
dan keuangan (teknologi finansial).




