Kamis, Januari 15, 2026

Kantongi Rp600 Miliar di Januari – Oktober 2019, Penyaluran Pinjaman Usaha Akseleran Naik 319 Persen

Must Read

Moneter.id – Penyaluran pinjaman usaha Akseleran berhasil menembus hamper sebesar Rp600 miliar sepanjang Januari Oktober 2019. Capaian
ini
tumbuh 319% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang
dikontribusikan oleh produk
invoice financing dan pre-invoice financing dengan lebih dari 85% dari total
pinjaman yang sudah
disalurkan.

Christopher
Gultom, Chief Credit Officer &
Co-Founder
Akseleran, mengatakan
bahwa pertumbuhan signifikan di Oktober seiring dengan pencapaian di tiap bulannya yang sudah berhasil menyalurkan pinjaman usaha dengan rata-rata
sebesar Rp70 miliar per bulan.

Bahkan,
katanya, untuk
Oktober tahun ini Akseleran mampu menyalurkan total
pinjaman
usaha sebesar Rp71 miliar kepada 64 UKM kelas menengah di Indonesia.

“Secara kumulatif Akseleran sudah menyalurkan total
pinjaman
usaha hamper sebesar Rp800 miliar dan tetap on the right
track untuk
mencapai
target di akhir
tahun ini hingga sebesar Rp1 triliun.
Selain
itu,
kami pun terus
menjaga kualitas aset agar tingkat NPL
dapat
tetap
di kisaran 1% dari total penyaluran di akhir
tahun 2019,” ujar
Christo
akhir pekan lalu.

Dari
sisi
sektor
UKM menengah yang sudah
memperoleh akses pinjaman usaha dari Akseleran di sepanjang Oktober 2019, Christo
menjelaskan, setidaknya
ada tiga sektor terbesar yakni engineering atau construction (41%), coal
& related energy
(15%), dan business
& consumer services
(10%) dengan
selebihnya menyebar cukup merata di
sektor-sektor
lainnya.

“Kami
optimistis
dapat terus tumbuh dan tetap berfokus kepada pinjaman usaha berbasiskan produk invoice financing dan pre-invoice financing kedepannya. Dan
tidak
hanya berkutat di DKI
Jakarta saja
karena hingga Oktober 2019 terdapat
Top 10 Provinsi
untuk
yang sudah
memperoleh pinjaman usaha dari Akseleran, antara lain
Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Jawa
Timur, Yogyakarta,
Bali, Sumatera Selatan, dan Maluku,” jelasnya.

Di
sisi
lain,
Christo mengungkapkan, untuk total nilai
investasi dari
para pemberi
dana pinjaman Akseleran mencapai sebesar Rp70 miliar di Oktober
2019. Jumlah
tersebut,
ungkapnya, mengalami
kenaikan
41% dibandingkan
realisasi nilai investasi di September
2019.

“Selain Pulau Jawa, provinsi lainnya terus meningkat, yakni
Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Bali, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur,
Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Sumatera Barat, dan Jambi. Saat
ini, kontribusi terbesar untuk pemberi dana pinjaman Akseleran masih berasal dari retail sebesar
90% dan
sisanya adalah dari institusional,” tambah
Christo.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img