Moneter.id – Kementerian
Perdagangan (Kemendag) melalui
Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) bekerja sama
dengan Bukalapak meningkatkan ekspor melalui platform niaga elektronik atau niaga-el (e-commerce) bagi 1.000 pelaku usaha
kecil dan menengah (UKM).
Kesepakatan
kerja sama ini diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama yang
dilakukan oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Dirjen PEN)
Kemendag Dody Edward dengan Presiden dan Co-Founder Bukalapak Fajrin Rasyid dan
disaksikan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto di Kantor Kementerian
Perdagangan, Jakarta, Selasa
(10/12).
“Kemendag
akan terus mendukung lebih banyak pelaku usaha Indonesia melakukan ekspor
melalui niaga-el. Penjualan melalui niaga-el akan memudahkan pelaku usaha untuk
menjual produknya lebih banyak ke konsumen serta menjaring pasar yang lebih
luas dengan biaya promosi yang lebih murah,” kata Mendag Agus Suparmanto.
Sementara, Direktur
Jenderal PEN Dody Edward menjelaskan, perjanjian kerja sama ini merupakan
komitmen kedua belah pihak untuk mendukung 1.000 pelaku UKM dalam meningkatkan skala
usaha dan produk serta memanfaatkan niaga-el untuk memasarkan produknya lebih
efisien dengan jangkauan global.
“Jika
dilihat dari sisi pemasaran, platform niaga-el jauh lebih menguntungkan karena
sistem penjualan yang menggunakan jaringan internet sehingga tidak mengeluarkan
biaya tinggi. Hal tersebut diharapkan dapat mendorong UKM Indonesia untuk
memanfaatkan teknologi digital sebagai upaya meningkatkan pemasaran produk
secara luas,” tutur Dody.
Sistem
ekonomi dunia saat ini, lanjut Dody, tidak hanya menggeser model pemasaran
bisnis yang konvensional menjadi digital, tetapi juga mengubah perilaku
konsumen menjadi gemar berbelanja secara daring.
“Ekspor
yang dilakukan melalui platform daring dapat membantu ekonomi Indonesia di
tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini. Persaingan dengan negara-negara
lain untuk merebut pasar yang ada sangat kompetitif. Ekspor dengan cara
tradisional, walaupun penjualannya besar, namun memerlukan waktu yang lama.
Untuk itu, perlu didorong dengan pemasaran digital,” jelas Dody.
Menurut
Dody, Kemendag perlu memiliki terobosan dalam mendorong ekspor melalui berbagai
platform dan tipe penjualan. “Jika penjualan secara ritel dengan nilai
yang kecil, apabila dikumpulkan, dilakukan bersama-sama, akan menjadi nilai
penjualan yang besar dan akan berdampak pada peningkatan ekspor,” ujarnya.
Sementara
itu, Presiden dan Co-Founder Bukalapak Fajrin Rasyid menyampaikan, kerja sama
dengan Ditjen PEN ini sesuai dengan fitur terbaru Bukalapak yang dinamakan
BukaGlobal. Fitur ini diluncurkan pada Mei 2019 lalu secara serentak di lima
negara yaitu Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Taiwan, dan Hongkong.
“BukaGlobal
ditujukan menjawab tantangan pelaku usaha UKM saat ini, yaitu mendapatkan akses
pasar dan infrastruktur yang dapat diandalkan. Dengan kerja sama ini, Bukalapak
optimistis fitur BukaGlobal akan semakin optimal dalam mendorong potensi pelaku
UKM tanah air,” ucapnya.
Melalui
kerja sama ini, kata Dody, Ditjen PEN dan Bukalapak berkomitmen nyata mendorong daya
saing dan meningkatkan nilai tambah produk potensial Indonesia yang memiliki
ciri khas dan kualitas untuk berkompetisi di pasar global melalui platform
niaga-el milik anak bangsa seperti Bukalapak.




