Rabu, Januari 14, 2026

Produk Organik Indonesia Bukukan Potensi Transaksi USD 7,7 Juta di Biofach Expo 2020 Jerman

Must Read

Moneter.id – Produk organik Indonesia berhasil membukukan potensi
transaksi sebesar USD 7,70 juta di pameran produk organik terbesar di Eropa,
Biofach 2020. Pameran ini berlangsung pada 12-15 Februari 2020 lalu di
Nuremberg, Jerman.

Biofach merupakan pameran tahunan yang khusus menampilkan
produk organik seperti makanan dan minuman, kosmetik, serta produk lain dengan
sertifikat organik yang dikeluarkan anggota The
International Federation of Organic Agriculture Movements
(IFOAM).

Tahun ini Biofach diikuti 3.792 perusahaan dari 110
negara serta dikunjungi 47 ribu buyers profesional yang berasal dari 136
negara.

“Keikutsertaan Indonesia di Biofach di Eropa
merupakan strategi utama dalam pemasaran produk ekspor organik ke pasar Jerman
dan Uni Eropa yang selalu dilakukan kolaborasi Atdag dan ITPC di Uni Eropa,”
kata Sekretaris Jenderal Oke Nurwan di Jakarta akhir pekan lalu.

Tahun 2020 ini, katanya, keikutsertaan dalam Biofach Expo
dikelola oleh Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan,
Atase Perdagangan Berlin dan ITPC Hamburg. Hal ini tentu untuk menggali peluang
dan potensi ekspor produk organik yang saat ini masih belum maksimal dan
dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Menurut data the Research Institute of Organic
Agriculture (FiBL) dan IFOAM, pasar organik di Eropa tahun 2018 tumbuh sebesar
USD 44 miliar (EUR 40,7 miliar). Negara dengan pasar terbesar yaitu Jerman,
Prancis, dan Italia.

Pertumbuhan tersebut dipicu oleh beralihnya tren pola
konsumsi makanan ke natural dan organic food, serta meningkatnya pengeluaran
masyarakat Uni Eropa dalam berbelanja produk makanan dan minuman organik.

Sementara itu, merujuk data Trademap, ekspor produk
organik Indonesia ke Uni Eropa pada 2018 mencapai USD 17,1 miliar atau
meningkat 4,5 persen dari nilai ekspor tahun 2017.

Atase Perdagangan Berlin Nurlisa Arfani menjelaskan,
capaian potensi transaksi sebesar USD 7,7 juta pada Biofach Expo ini diperoleh
dari kerja keras dan ketekunan delapan perusahaan yang berpartisipasi di
Paviliun Indonesia pada Biofach 2020.

Menurut Nurlisa, pada pelaksanaan pameran tahun ini, para
peserta di Paviliun Indonesia mengakui adanya penurunan jumlah pengunjung
karena merebaknya wabah virus corona di Tiongkok dan beberapa negara di dunia.

Di sisi lain, peluang yang ada dengan adanya isu corona
adalah buyers yang datang ke Biofach semakin fokus dan ingin mengalihkan
pasokan produk organiknya dari negara tirai bambu Tiongkok ke Indonesia.

“Tercatat buyer yang melakukan transaksi tidak hanya
berasal dari Eropa, namun juga dari Amerika Serikat, Kanada, dan Timur Tengah,”
jelas Atase Perdagangan Berlin.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img