Moneter.id
–
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) memperoleh kredit modal kerja sebesar Rp1
triliun dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dengan tenor satu
tahun. Pinjaman ini merupakan program Penugasan Khusus Ekspor (PKE).
Perseroan mengungkapkan, pinjaman diperoleh pada
tanggal 6 Oktober 2020 itu sebagai bentuk penugasan LPEI untuk mendukung
industri penerbangan Indonesia.
“Pinjaman tersebut dapat mendukung aktifitas ekspor
jasa perseroan dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional,” tulis
perseroan diketerangan tertulisnya akhir pekan lalu.
Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2020, GIAA
mencatatkan utang obligasi US$ 490,59 juta dan pinjaman jangka pendek US$
817,43 juta.
Sebelumnya,
GIAA mendapatkan persetujuan dari pemegang global sukuk US$ 500 juta untuk
memperpanjang masa jatuh tempo menjadi tiga tahun mendatang. Sebelumnya surat
utang itu jatuh tempo 3 Juni 2020.
Berdasarkan laporan keuangan yang tidak diaudit
semester I/2020, GIAA membukukan penurunan pendapatan usaha 58,18% secara
yoy menjadi US$917,28 juta per 30
Juni 2020.
Selain
itu, Garuda Indonesia juga membukukan rugi yang diatribusikan kepada pemilik
enititas induk US$712,73 juta atau setara dengan Rp10,19 triliun pada semester
I/2020.




