Moneter.id – Direktur Utama PT
Krakatau Steel Tbk (KS) Silmy
Karim mengatakan, perseroan akan mengajukan dana talangan kepada pemerintah sekitar USD200
juta atau sekitar Rp3 triliun.
“Dana talangan diajukan agar perusahaan sebagai
pelaku industri baja hulu dan industri baja hilir tidak mati di tengah ekonomi
yang belum pulih,” kata Silmy
Karim, Rabu (8/7/2020).
Jelasnya, angka itu yang kita
usulkan ke dalam rapat antara Krakatau Steel, Kementerian Keuangan, dan
Kementerian BUMN.
“Pasalnya, pada
triwulan kedua perusahaan mencatat penurunan permintaan baja signifikan yakni
sekitar 60 persen. Hal tersebut menjadi kekhawatiran kelangsungan industri
hilir dan pengguna baja Indonesia,”
paparnya.
“Pemberian dana talangan ini juga dinilai sebagai relaksasi kepada hilir
dan pengguna agar tidak terlalu ketat untuk mengorder bahan baku dari KS,” tungkas Silmy.




