Moneter.id
–
PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) mencatat penjualan bersih sebanyak
Rp67,78 triliun di kuartal III/2020. Jumlah tersebut turun 12,55% dibandingkan dengan
posisi September tahun lalu.
Perseroan emiten rokok tersebut menjelaskan, penurunan
pendapatan secara langsung berimbas terhadap perolehan laba.
“HMSP mencetak penurunan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik
entitas induk 32,25% menjadi Rp6,91 triliun. Kendati secara tahunan menurun,
kinerja HMSP secara kuartalan membaik,” tulis perseroan dalam
siaran persnya di Jakarta, Rabu (18/11/2020).
Sepanjang kuartal III/2020 (Juli-September), pendapatan bersih HMSP
mencapai Rp23,04 triliun atau naik hampir 10% dibandingkan dengan kuartal
II/2020 (April-Juni).
Peningkatan pendapatan secara kuartalan membuat laba bersih HMSP juga
meningkat cukup pesat. Keuntungan yang diperoleh HMSP naik 29,37% menjadi
Rp2,02 triliun selama kuartal III/2020.
Berdasarkan segmen produknya, pemasukan dari penjualan sigaret kretek mesin
di pasar lokal masih menjadi penopang bisnis perseroan, yaitu 66,81% dari
seluruh pendapatan hingga sembilan bulan pertama tahun 2020.
Lalu, penjualan lokal untuk segmen sigaret kretek tangan mencatatkan
pertumbuhan 9,76% secara tahunan. Kontribusi penjualan hingga September 2020
hanya Rp15,37 triliun, atau 22,67% dari total penjualan.
Berdasarkan posisi keuangan, liabilitas perseroan meningkat dari posisi
akhir tahun menjadi Rp16,09 triliun, diikuti dengan ekuitas perseroan yang
menurun dibandingkan pos yang sama pada Desember 2019 menjadi Rp28,66 triliun.
Hal ini membuat jumlah aset perseroan menurun dari posisi Rp50,9 triliun
pada akhir tahun 2019 menjadi Rp44,74 triliun pada September 2020. Adapun kas
dan setara kas pada akhir periode menurun 27,48 persen secara tahunan menjadi
Rp14,15 triliun.




