Moneter.id
– PT
Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk memproyeksikan volume penjualan gas meningkat
12 persen menjadi 912 british thermal unit per hari (billion british thermal unit per day/BBTUD) dibandingkan tahun sebelumnya
815 BBTUD pada tahun 2021.
“Peningkatan itu seiring dengan adanya tambahan
dari pelanggan existing dan penambahan pelanggan baru,” kata Direktur
Utama PGN Suko Hartono dalam rapat dengan Komisi VII DPR RI, Rabu (27/1).
Ia menyampaikan, tambahan volume niaga gas dari pelanggan
existing dan penambahan pelanggan baru diantaranya Pupuk Indonesia, RU-6
Balongan, LNG ritel, Ramp up PLN Cilegon, ramp up pelanggan existing, Bob Siak, dan konsumen gas di
Jawa Tengah.
Dirinya memproyeksikan, penjualan gas masih akan terus
tumbuh hingga 2024. Rinciannya, pada 2022 permintaan gas diperkirakan naik
menjadi 1.023 BBTUD, pada 2023 sebesar 1.255 BBTUD, dan pada 2024 mencapai
1.340 BBTUD. “Proyeksi gas di 2021-2024 itu masih akan didominasi gas
pipa,” ucapnya.
Sementara untuk pengangkutan gas, Suko menyampaikan,
pada 2021 ini juga diproyeksikan meningkat menjadi 1.360 BBTUD, atau naik enam
persen dibandingkan tahun sebelumnya 1.287 BBTUD.
“Volume pengangkutan gas bumi melalui pipa
meningkat dengan adanya penyaluran gas dari Pipa Gresik-Semarang ke PLN. Selain
itu adanya peningkatan penyaluran di pipa Duri-Dumai, dan pipa transmisi WJA
(West Java Area) yang melayani PKC (Pupuk Kujang), KS (Krakatau Steel), Bekasi
Power, dan lainnya,” paparnya.
Dalam kesempatan itu, Suko juga mengatakan, pihaknya
juga akan melakukan pembangunan infrastruktur untuk memenuhi supply-demand gas.
“Pembangunan dibagi infrastruktur dibagi menjadi
dua, yakni infrastruktur pengangkutan melalui pipa dan pengangkutan non
pipa,” katanya.




