Selasa, Januari 27, 2026

Laba BCA Syariah Tumbuh 8,80 Persen di Akhir Desember 2020

Must Read

Moneter.id

PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) mencatatkan
pertumbuhan laba bersih 8,80% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 73,11 miliar per akhir Desember 2020.

Kata Presiden Direktur BCA Syariah
John Kosasih, untuk profitabilitas sampai dengan Desember 2020 juga meningkat
dengan profit before tax tercatat
sebesar sebesar Rp 92,6 miliar, meningkat 11,17% dibandingkan dengan tahun lalu
yang tercatat sebesar Rp 83,3 miliar.

“Dana pihak ketiga (DPK) dan laba di
tengah tantangan pandemi selama tahun 2020. Aset BCA Syariah pada akhir 2020
tercatat sebesar Rp 9,7 triliun, meningkat sebesar 12,57% (yoy),” ucap ,” ucapnya, Senin (8/2/2021)

Katanya, pertumbuhan aset BCA Syariah
didukung oleh penambahan modal dari hasil penggabungan dengan Bank Interim
Indonesia dan pertumbuhan DPK per Desember 2020 yang tercatat sebesar Rp 6,8
triliun atau meningkat 10,37% (yoy)
dibandingkan periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp 6,2 triliun.

Sementara itu, pembiayaan BCA Syariah
sampai dengan 2020 relatif stagnan, sebagai dampak dari rendahnya permintaan
pembiayaan untuk ekspansi usaha dalam masa pandemi.

Pembiayaan BCA Syariah per Desember
2020 tercatat sebesar Rp 5,6 triliun, terkoreksi sebesar 1,35% (yoy). BCA Syariah tahun ini memasang
target pembiayaan dan DPK masing-masing tumbuh sekitar 3-8%.

Sejalan dengan itu, aset ditargetkan
bakal meningkat 5-10% tahun ini. Target tersebut akan dicapai dengan tetap
berhati-hati sehingga tumbuh dengan berkualitas.

“Mengingat market sudah berubah
maka kami mau tidak mau harus terus lakukan inovasi baik dari sisi produk
maupun layanan. Jadi, bisnis kami harus selalu relevan dengan nasabah,”
ucap dia.

Diketahui, komposisi segmentasi
pembiayaan BCA Syariah didominasi oleh pembiayaan komersial sebesar 75,61%,
UMKM sebesar 22,11%, dan pembiayaan konsumer sebesar 2,28%.

Kualitas pembiayaan BCA Syariah dapat
dipertahankan pada level yang rendah dan sehat dengan non performing financing
(NPF) gross tercatat sebesar 0,50% dan NPF net terjaga tetap rendah 0,01%.

Baik NPF gross maupun net mengalami
penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat masing-masing 0,58% dan
0,26%. Sejalan dengan kebijakan stimulus perekonomian nasional dari Regulator,
BCA Syariah melakukan restrukturisasi pembiayaan pada tahun 2020 sebesar Rp 876
miliar dengan komposisi 70% restrukturisasi pembiayaan atau sebesar Rp 614
Miliar diberikan kepada nasabah yang terdampak Covid-19.

Kendati menghadapi berbagai tantangan
dalam penyaluran pembiayaan, Loan at Risk (LaR) BCA Syariah di Desember
tercatat sebesar 16,34% atau turun sebesar 0,11% jika dibandingkan Juni 2020
yang tercatat sebesar 16,45%. Angka ini masih berada di bawah LaR bank umum
syariah yang per September 2020 tercatat sebesar 30%. 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Hadirkan Saham AS, Kini Diversifikasi Aset Lebih Praktis di Satu Aplikasi Valbury

Perusahaan pialang berjangka, Valbury Asia Futures (Valbury) memulai langkah di awal 2026 ini dengan memperkuat layanan multi aset di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img