Moneter.id – Investasi tidak mengenal tua, muda,
laki-laku maupun wanita. Dengan berinvestasi, kita akan memiliki tabungan atau
simpanan yang kelak bisa digunakan ketika tidak memiliki dana atau pada saat
kita sedang memerlukan pengeluaran mendesak.
Di era yang serba
canggih saat ini, tidak hanya kaum profesional, pebisnis atau pejabat saja yang
dapat berinvestasi. Kaum emak-emak pun bisa berinvestasi. Seperti kita ketahui,
emak-emak zaman now pintar
menyisihkan uang belanja yang diberikan para suami di setiap bulannya.
Dilansir dari Cermati.com, Rabu (17/3), berikut enam instrumen yang bisa dicoba oleh kalangan ibu rumah
tangga atau emak-emak untuk berinvestasi:
Pertama, Fintech
lending. Investasi di fintech peer to peer lending saat
ini menjadi pilihan banyak orang, sebab dianggap menguntungkan dengan tingkat
risiko minim. Sangat pas buat ibu rumah tangga yang notabene-nya mengandalkan
penghasilan dari sang suami.
Menjadi investor atau
istilahnya lender di fintech lending tidak
butuh modal besar. Dengan modal mulai dari Rp 100 ribu saja, Anda bisa mendapat
keuntungan atau imbal hasil hingga 16 persen per tahun.
Bahkan ada perusahaan fintech lending yang
menawarkan 18 persen. Imbal hasil ini lebih tinggi dibanding suku bunga deposito yang berkisar
4-7 persen per tahun.
Selain itu, investasi
di fintech lending
termasuk minim risiko karena semua proses diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Itu kalau yang legal ya. Makanya jangan sampai terjebak pada investasi
bodong.
Kedua, Surat Utang Negara (SUN).
Instrumen ini merupakan
salah satu favorit emak-emak masa kini. Khususnya instrumen Obligasi Negara
(ON), yakni SUN bertenor lebih dari 12 bulan. Contohnya ORI yang dijual ritel
atau ketengan.
Buktinya saja ORI 019
diborong emak-emak. Masuk dalam urutan tiga besar investor ORI 019 berdasarkan
profesi, menurut data Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Itu karena ORI bisa
dibeli dengan modal Rp 1 juta. Keuntungannya melebihi suku bunga deposito
bank-bank BUMN dan dibayarkan setiap bulan selama 3 tahun sesuai tenor ORI.
Belum lagi SUN,
termasuk ORI masuk investasi berisiko kecil. Sebab kupon atau keuntungan dan
pokok investasi dijamin negara, sehingga tidak ada yang namanya gagal bayar.
Biasanya kan emak-emak gak mau rugi.
Ketiga, Reksadana Pasar Uang. Instrumen ini sedikit menantang, reksadana
pasar uang bisa Anda dekap. Investasi efek bersifat utang (surat
utang/obligasi) dengan jatuh tempo kurang dari 1 tahun.
Bisa banget untuk ibu
rumah tangga yang ingin menjaga likuiditas dan nyari aman, karena risikonya tidak
seekstrem reksadana saham. Akan tetapi, memilih investasi reksadana pasar uang
tetap cuan.
Menawarkan rata-rata
keuntungan hingga 20 persen per tahun. Lagi-lagi lebih tinggi dari bunga
deposito. Gak usah kaget dengan modal investasinya. Receh banget, bisa dimulai
dari Rp 10 ribu untuk reksadana online.
Selain itu, bebas
pajak pula kalau menaruh uang di produk reksadana. Menariknya lagi, jika butuh
uang mendesak buat bayar SPP anak, melunasi utang, dana di reksadana pasar uang
bisa ditarik kapan saja. Tidak ada potongan atau penalti.
Keempat, Deposito. Meski selalu dibanding-bandingkan dengan
tiga instrumen di atas, namun deposito tetap saja ada peminatnya. Terutama
untuk emak-emak yang gak neko-neko. Maunya yang pasti-pasti saja. Di produk
yang sudah dikenal, seperti deposito.
Deposito merupakan
produk simpanan perbankan. Ada tenor dari satu bulan sampai 24 bulan. Jadi,
tidak bisa ditarik dananya setiap saat seperti tabungan maupun reksadana. Kalau
mau dicairkan lebih cepat dari tenornya, kena biaya penalti.
Oleh karena itu,
sangat pas bila duit yang Anda sisihkan ingin dikunci. Tidak diutak atik untuk
tujuan tertentu, misalnya biaya kuliah anak, membeli rumah, atau lainnya.
Dilihat dari tingkat
bunganya memang lebih kecil dibanding instrumen investasi lain. Namun tetap
lebih tinggi dibanding suku bunga tabungan. Selain itu, simpanan Anda di
deposito dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan nilai maksimal Rp 2
miliar.
Kelima, Valuta asing atau valas. Investasi valuta asing (valas) atau disebut
juga mata uang asing, oke juga untuk melipatgandakan uang belanja ibu rumah
tangga.
Anda bisa membeli
mata uang asing yang punya nilai tukar tinggi, seperti Dolar AS, Euro,
Poundsterling, Yen Jepang, dan Dollar Singapura saat harganya sedang turun.
Simpan dalam rekening valas. Tetapi ingat, bukan untuk bertransaksi atau
menjadi alat pembayaran di Tanah Air.
Keenam, Barang bermerek. Buat Anda yang berasal dari keluarga mampu,
atau diberi jatah uang bulanan cukup banyak, alokasikan sebahagian untuk
membeli barang-barang bermerek. Barang-barang branded, seperti
tas, jam tangan, sepatu, dan barang mewah lainnya.
Sebab harganya bisa
meningkat sewaktu-waktu. Apalagi kalau barangnya terbatas atau limited
edition. Hanya saja investasi barang branded, butuh
modal besar. Mulai dari jutaan sampai ratusan juta rupiah per item.




