Jumat, Maret 6, 2026

Laba bersih Bank Syariah Indonesia naik 12,85 persen di triwulan I/2021

Must Read

Moneter.id

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatatkan laba bersih sebesar Rp742
miliar pada triwulan I/2021. Angka ini naik 12.85% dibandingkan periode sama
tahun 2020 sebesar Rp657 miliar.

“Kenaikan kinerja ini didorong oleh kenaikan
pendapatan margin dan bagi hasil sampai triwulan I/2021 sebesar 5,16% secara
year on year (yoy),” kata Direktur Utama BSI, Hery Gunardi disiaran pers yang
diterima Moneter.id, Kamis (6/5).

Katanya, kenaikan Laba ini didorong oleh ekspansi
Pembiayaan dan kenaikan Dana Murah yang optimal sehingga cost of fund atau
biaya dana bagian dari keuntungan bank menjadi lebih besar. 

“Untuk meningkatkan kinerja, pada tahun ini BSI fokus
ke empat hal diantaranya mendorong pertumbuhan bisnis yang
sehat dan sustain, me-manage efisiensi, akselerasi
kapabilitas digital dan integrasi operasional pasca merger,” kata Hery.

Dengan pertumbuhan Laba yang tinggi, BSI dapat
meningkatkan rasio profitabilitas ditandai dengan meningkatnya ROE (Return on Equity) dari 11,19% per
Desember 2020 menjadi 14,12% per Maret 2021.

Dari sisi bisnis, Bank Syariah Indonesia pada triwulan
1 2021 telah menyalurkan Pembiayaan sebesar Rp159 triliun, naik 14,74% dari
periode sama 2020 sebesar Rp138,6 triliun.

Komposisi Pembiayaan terbesar disumbang oleh segmen
Konsumer sebesar Rp71,6 triliun (45,0% dari total pembiayaan); segmen
Korporasi Rp37,3 triliun (23,5%); segmen Kecil dan Menengah Rp20,8 triliun
(13,1%); Mikro Rp15,0 triliun (9,4%); dan Komersial Rp9,6 triliun (6,1%).

Seiring kenaikan bisnis, BSI tetap menjaga kualitas
pembiayaan ditunjukkan dengan tren penurunan NPF gross dari 3,35% di triwulan I/2020
menjadi 3,09% di triwulan I/2021. Untuk meningkatkan prinsip kehati-hatian, BSI
juga telah mencadangkan cash coverage
sebesar 137,48% sampai triwulan I/2021.

Dari sisi Liabilitas, penghimpunan Dana Pihak Ketiga
(DPK) Bank Syariah Indonesia sampai triwulan I/2021 mencapai Rp205,5 triliun,
naik 14,3% dibandingkan periode sama 2020 sebesar Rp179,8 triliun.

Pertumbuhan tersebut didominasi oleh peningkatan Dana
Murah (Giro dan Tabungan) sebesar 14,73% sehingga meningkatkan rasio CASA dari
57,54% pada triwulan I/2020 menjadi 57,76% di triwulan I/2021.

Dengan kinerja tersebut, sampai triwulan I/2021, BSI
berhasil mencatatkan total aset sebesar Rp234,4 triliun naik 12,65% secara year
on year (yoy) dibanding periode sama 2020 sebesar Rp208,1 triliun. BSI juga
mencatat kenaikan rasio permodalan atau CAR menjadi 23,1% di triwulan I/2021.

BSI terus meningkatkan kapabilitas digital, hal ini
tercermin dari volume transaksi kanal digital BSI yang tumbuh
signifikan sepanjang triwulan pertama 2021. Nilainya hingga Maret 2021 lalu sudah
menembus Rp40,85 triliun, dengan kontribusi terbesar berasal dari transaksi
melalui layanan BSI Mobile yang naik 82,53% secara tahunan (yoy).

Baca juga: BSI catat volume transaksi digital hingga Rp40,85 triliun
di triwulan I/2021

Sepanjang Januari-Maret 2021, volume transaksi
di BSI Mobile mencapai Rp17,3 triliun.
Akumulasi jumlah transaksi dari platform tersebut mencapai 14,65
juta transaksi, tumbuh 72,35% yoy.

Secara umum, kenaikan volume transaksi melalui channel
digital banking BSI sampai Maret 2021 naik 43,3% yoy. Selain
disumbang oleh transaksi BSI Mobile (42%), kenaikan ini juga ditopang
aktivitas nasabah pada kanal internet banking (24%); kartu
debit/kredit (17%); dan ATM (14%).

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pemerintah Jamin Cadangan BBM Aman di Tengah Dinamika Global

Pemerintah menjamin bahwa pasokan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman di tengah memanasnya situasi di Timur Tengah yang berimbas...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img