Moneter –
PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) mencetak peningkatan pendapatan bersih sebesar
65,60% menjadi Rp 1,99 triliun hingga kuartal III-2021.
“Laba bersih perseroan juga meningkat 318% menjadi Rp
511,08 miliar. Kemudian margin laba bersih dan margin EBITDA masing-masing mengalami
peningkatan menjadi sebesar 61,9% dan 37,4%,” tulis keterangan resmi perseroan,
Rabu (03/11).
Tulisnya, perseroan juga berhasil mencatatkan rasio
lancar sebesar 736,1% dan rasio cepat sebesar 709,1%. Posisi keuangan Perseroan
tetap sehat dengan rasio total utang terhadap EBITDA operasional sebesar 0,63x
dan total utang terhadap ekuitas sebesar 0,22x.
“Bahwa pertumbuhan pendapatan dan laba bersih pada
kuartal III 2021 ditopang oleh peningkatan permintaan pemeriksaan kesehatan
terutama pemeriksaan tes rutin untuk cek kesehatan secara umum dan tes esoterik
termasuk tes genomik yang mengalami pertumbuhan cukup baik,” kata Direktur
Utama Prodia, Dewi Muliaty.
Jelas Dewi, kenaikan pendapatan bersih pada kuartal
III-2021 ditopang oleh kontribusi pendapatan dari masing-masing segmen
pelanggan.
Segmen pelanggan individu dan rujukan dokter
menyumbang sebesar 68,4% kepada pendapatan perseroan. Sedangkan, kontribusi
segmen referensi pihak ketiga dan klien korporasi sebesar 31.6% terhadap
pendapatan perseroan.
Perseroan mencatat kenaikan jumlah permintaan layanan home service yang meningkat 154,8%.
Pemesanan pemeriksaan kesehatan melalui Prodia Mobile juga mengalami kenaikan
yang signifikan sebesar 822,2% menjadi 58.783.
Selain itu, Perseroan mencatatkan jumlah pelanggan
baru pada periode Januari-September 2021 sekitar 979.000 pelanggan baru.
Sampai dengan September 2021, Prodia telah melayani
13,7 juta pemeriksaan kesehatan dengan komposisi lebih dari 80% terdiri
dari tes esoterik (tes khusus/baru) dan tes rutin, serta 18% pemeriksaan
terkait Covid-19 dan pemeriksaan kesehatan lainnya.
Pendapatan tes esoterik mengalami pertumbuhan 110,7%
menjadi sebesar Rp 828,69 miliar. Pendapatan tes rutin juga meningkat 45%
dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Jumlah kunjungan
pelanggan (patient visit) juga
mengalami peningkatan 37,6% menjadi lebih dari 2.683.905 per kuartal III-2021.




