Moneter –
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) siap menerapkan digitalisasi
ekosistem pembiayaan perumahan seiring dengan perekonomian nasional yang mulai
pulih, termasuk sektor properti, dari dampak pandemi COVID-19.
Kata Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo, BTN
senantiasa menghadirkan program maupun produk yang inovatif yang tidak hanya
membantu masyarakat tapi juga seluruh pemangku kepentingan sektor properti.
“Inovasi tersebut terus berkembang sesuai dengan
dinamika perkembangan kebutuhan dan kebiasaan masyarakat di era digitalisasi
serta tren di sektor properti. Oleh karena itu, menginjak usia KPR ke 45, BTN
siap menerapkan digitalisasi ekosistem pembiayaan perumahan,” kata Haru,
Senin (13/12).
Pada HUT KPR ke 45, Bank BTN meluncurkan aplikasi
baru, yaitu Smart Residence yaitu aplikasi yang mempermudah hubungan antara
penghuni dan pengelola dalam proses pembayaran tagihan, iuran, pertukaran
informasi sampai dengan keluhan atau pengaduan.
“HUT KPR kami ke 45 menjadi momen yang tepat bagi
Bank BTN untuk menunjukkan komitmen kami dalam mengoptimalkan digitalisasi
sebab Bank BTN yang memiliki peran strategis sebagai enabler yang memberikan
pembiayaan sisi supply melalui kredit
konstruksi kepada developer maupun sisi demand
dengan memberikan KPR kepada masyarakat,” kata Haru.
Haru menjelaskan, dalam ekosistem perumahan nasional,
Bank BTN menciptakan layanan one stop
shopping perumahan di era digital.
“One stop
shopping yang dimaksud adalah Bank BTN menyediakan layanan digital dari
mulai pencarian rumah, pembelian rumah, pembiayaan perumahan, pembangunan atau
renovasi rumah, penyewaan, penjualan dan dukungan pembayaran utilitas di
perumahan,” jelasnya.
Kesiapan BTN dalam digital mortgage ecosystem sebenarnya sudah dimulai sejak 2015 di mana Bank
BTN merilis portal www.btnproperti.co.id
disusul peluncuran website dan aplikasi www.rumahmurahbtn.co.id
untuk penjualan rumah lelang .
“Keduanya terus kami tingkatkan fiturnya, khusus
BTN Properti kami telah ubah tampilanya sehingga memberikan pengalaman yang
lebih baik bagi masyarakat untuk membeli dan mengajukan KPR atau KPA,”
ujar Haru.




