Moneter –
PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mencatat pra penjualan atau marketing sales sebesar Rp 2,7 triliun di luar PPN pada
tahun 2021 silam. Raihan tersebut melampui target perseroan pada tahun 2021
lalu yang sebesar Rp 2 triliun.
“Kunci sukses perseroan dikarenakan percepatan
pengembangan proyek-proyek properti baru yang mampu memenuhi kebutuhan konsumen
saat ini,” tulis perseroan diketerangan resminya, Minggu (6/2/2022).
Diketahui, sepanjang 2021, emiten properti ini telah
mengembangkan proyek properti baru seperti Kota Podomoro Tenjo dan Bukit
Podomoro Jakarta, serta mempercepat pembangunan sejumlah proyek seperti
Podomoro Park Bandung, Podomoro Golf View Cimanggis, Grand Taruma Karawang dan
Podomoro City Deli Medan.
Dengan mengusung konsep hunian dengan fasilitas
premium yang menghadirkan harmoni dan keindahan, proyek-proyek properti APLN di
berbagai kota tersebut, mendapat sambutan besar dari konsumen.
”Hasil 2021 sebagai wujud kepercayaan konsumen
terhadap produk-produk properti APLN di berbagai daerah (yang) terus meningkat.
Kami juga berhasil mengoptimalkan dan memanfaatkan insentif pajak properti yang
diberikan oleh pemerintah pada tahun 2021 agar penjualan terus meningkat,” jelas
kata Sekretaris Perusahaan APLN, Justini Omas.
Katanya, kota Podomoro Tenjo memberikan kontribusi
sebanyak 29%, Podomoro Park Bandung 22%, Podomoro City Deli Medan 14%,
Pakubuwono Spring 8%, Bukit Podomoro Jakarta 7%, Podomoro Golf View 5 persen
dan Grand Taruma Karawang 4%.
Menurut Justini, bahwa pencapaian marketing sales di tahun 2021 murni berasal
dari penjualan proyek-proyek properti. Berbeda halnya dengan tahun 2020, dimana
dari total marketing sales yang
tercatat sebesar Rp 3,5 triliun, sekitar 89% berasal dari penjualan 280 hektar
lahan industri di Karawang, Jawa Barat.
“APLN mengembangkan dua proyek baru, yaitu Bukit
Podomoro Jakarta dan Kota Podomoro Tenjo. Khusus proyek Bukit Podomoro Jakarta,
ini adalah kawasan hunian premium dan masterpiece baru
di ibu kota DKI Jakarta. Di area seluas 9,6 hektar ini akan dibangun hunian
sebanyak 321 unit dan 115 unit ruko,” tutup Justini.
Sementara proyek Kota Podomoro Tenjo, rencananya akan
dibangun di area seluas 650 hektar. Pada tahap awal, yang akan menjadi bagian
dari APLN adalah pengembangan yang akan dibangun di atas lahan 40 hektar dengan
4 cluster, yaitu Angsana, Burgundy, Kana dan Kalimenta.




