MONETER – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman
Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan Hon Hai Precision Industry Co. Ltd
(Foxconn) berminat untuk investasi di ibu kota negara (IKN) Nusantara,
khususnya pengembangan smart city di ibu kota baru.
“Foxconn berminat pada pengembangan smart city
melalui infrastruktur bus listrik (e-bus)
dan jaringan Internet of Things (IoT),”
kata Bahlil, Sabtu (25/6/2022).
“Harapannya bisa betul-betul terjadi dan
berjalan dengan baik. Mereka juga berkeinginan masuk investasi di IKN. Jadi
tidak benar kalau ada orang mengatakan IKN tidak ada investasi. Banyak yang
masuk,” kata Bahlil.
Kata Bahlil, Presiden Joko Widodo sangat
mengapresiasi rencana investasi Foxconn yang akan berkolaborasi dengan Badan
Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta nasional dengan melibatkan pengusaha lokal
dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kementerian Investasi/BKPM telah diperintahkan
untuk melakukan pengawalan rencana investasi Foxconn sampai dengan terealisasi.
“Bapak Presiden memerintahkan kepada saya
untuk segera mengawal sampai pada tahap eksekusi. Presiden berharap ini segera
terealisasi dan satu konsep yang paling disenangi presiden ini adalah
kolaborasi BUMN, PMA (penanaman modal asing) dan swasta nasional yg melibatkan
pengusaha lokal dan UMKM,” ungkap Bahlil.
Bahlil mendorong agar rencana investasi Foxconn
ini berlokasi di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah dengan
berbagai insentif yang ditawarkan oleh Pemerintah Indonesia.
KIT Batang menjadi salah satu lokasi yang menjadi
bagian dari pembangunan ekosistem industri baterai dan kendaraan listrik di
Indonesia, di mana saat ini telah masuk investasi dari Hyundai dan LG asal
Korea Selatan.
Sementara, Chairman Foxconn Young Liu
menyampaikan apresiasi atas dukungan Presiden Joko Widodo dan Menteri
Investasi/Kepala BKPM yang akan sepenuhnya memfasilitasi investasi Foxconn.
Foxconn menawarkan model bisnis baru yaitu BOL (Build, Operate, Localize) untuk
investasinya di Indonesia.
“Adanya model bisnis baru BOL ini akan
memungkinkan Foxconn dan perusahaan Taiwan lainnya untuk dapat bermitra lebih
baik lagi dengan perusahaan Indonesia dalam membangun industri di sini,”
ujarnya.
Chairman Young menyatakan keyakinannya bahwa
kerja sama antara Foxconn dengan pemerintah Indonesia ini dapat mencapai
kesuksesan besar.




