MONETER – PT
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total emisi obligasi dan sukuk sebanyak 67
emisi dari 52 emiten dengan nilai Rp80,18 triliun sepanjang tahun 2022.
“Total emisi obligasi dan sukuk yang
tercatat di BEI berjumlah 496 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp441,73 triliun dan US$ 47,5 juta, diterbitkan
oleh 121 emiten,” tulis BEI disiaran persnya, Minggu (17/7/2022).
Tulisnya, Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di
BEI berjumlah 156 seri dengan nilai nominal Rp4.880,15 triliun dan US$ 211,84
juta. EBA sebanyak 10 emisi senilai Rp4,03 triliun.
Tulis BEI, data perdagangan selama sepekan
kemarin mayoritas ditutup mengalami koreksi. Peningkatan terjadi pada rata-rata
volume transaksi harian Bursa sebesar 0,06% menjadi 17.618 miliar saham dari
17.607 miliar saham pada penutupan yang lalu. Sedangkan perubahan 4,1% terjadi
pada rata-rata nilai transaksi harian dari Rp10.837 triliun pada pekan
sebelumnya menjadi Rp10.393 triliun pada pekan kemarin.
Lalu, rerata frekuensi harian Bursa turut
mengalami perubahan sebesar 3,31% menjadi 1.004.832 transaksi dari 1.039.217
transaksi pada penutupan pekan kemarin. Kapitalisasi pasar selama sepekan
berubah 0,88% menjadi Rp8.772,665 triliun dari Rp8.850,228 triliun pada pekan
sebelumnya.
Kemudian, pergerakan indeks harga saham gabungan
(IHSG) ditutup pada zona merah sebesar 1,31% atau pada posisi 6.651,905 dari
6.740,219 pada pekan yang lalu.
Investor
asing mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp56,7 miliar dan sepanjang tahun
2022 investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp56,904 triliun.




