MONETER
– PT Home Credit Indonesia (Home Credit) meraih pendanaan sebesar US$10,4 juta atau Rp156 miliar dari Deutsche
Bank. Dana tersebut akan
digunakan untuk penyaluran pembiayaan berkelanjutan berbasis Lingkungan, Sosial
dan Tata Kelola Perusahaan (ESG) dengan sejumlah indikator target pencapaian
yang terukur.
Kata Direktur Home Credit Indonesia, Volker Giebitz,
prinsip-prinsip ESG telah melekat dalam bisnis perseroan dimana pihaknya telah
melayani lebih dari 5,5 juta konsumen di seluruh Indonesia.
“Kami juga menerapkan prinsip-prinsip ESG ke dalam
strategi pendanaan inovatif kami. Melalui kerjasama pendanaan dengan Deutsche
Bank, kami memperkuat komitmen kami terhadap ESG dan pendanaan yang inovatif di
saat yang bersamaan,” katanya akhir pekan lalu.
Menurutnya, bahwa pendanaan ini akan senantiasa
membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia khususnya mereka
yang belum terjangkau layanan pembiayaan formal, untuk dapat meningkatkan
perekonomian dan kesejahteraan hidup mereka melalui layanan dari Home Credit.
“Home Credit juga berkomitmen untuk terus dorong
tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia,” bebernya.
Sementara, Samir Dhamankar, Direktur, Head of Global
Transaction Banking & Securities Services, Deutsche Bank menjelaskan,
pihaknya senang dapat bermitra dengan Home Credit lagi dalam transaksi yang
signifikan ini, pertama kali di Filipina dan kini di Indonesia.
“Transaksi ini memungkinkan Home Credit untuk
memperkuat jejak pembiayaan konsumen di Asia, sekaligus melanjutkan komitmennya
dalam mencapai agenda yang berkelanjutan dan inklusif secara finansial untuk
memajukan kesejahteraan masyarakat dan ekonomi,” ujarnya.
Jelas Samir, transaksi ini juga menunjukkan kekuatan
platform transaction banking global
kami di salah satu cakupan area Deutsche Bank yang bertumbuh dengan cepat,
khususnya dalam melayani korporasi multinasional di kawasan ini.




