Jumat, Maret 6, 2026

Nilai Impor Indonesia Naik 5,16 Persen di Desember 2022

Must Read

MONETER
– Total impor Indonesia pada Desember 2022 mencapai USD 19,94 miliar. Nilai ini
meningkat 5,16 persen dibanding November 2022 (MoM). Kenaikan dipicu oleh
naiknya impor migas sebesar 14,15 persen (MoM) dan impor nonmigas sebesar 3,60
persen (MoM).


Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengungkapkan,
peningkatan impor pada Desember 2022 dipicu oleh naiknya impor keseluruhan
golongan penggunaan barang.


“Impor barang modal mengalami pertumbuhan tertinggi
sebesar 12,90 persen (MoM), diikuti oleh pertumbuhan impor barang konsumsi yang
naik 7,71 persen, dan bahan baku/penolong naik 3,08 persen,” ujarnya, Selasa (17/1/2023).


Peningkatan impor barang modal dan bahan
baku/penolong pada periode ini dipengaruhi oleh berlanjutnya pemulihan industri
dalam negeri yang terlihat dari Purchasing Manufacturing Index (PMI) Manufaktur
Indonesia yang berada pada level 50,9. Nilai ini naik dari posisi PMI bulan
November 2022 yang berasa di level 50,3.


Adapun produk impor barang modal yang mengalami
kenaikan pada Desember 2022 diantaranya kereta cepat dan kendaraan untuk
angkutan barang. Sedangkan beberapa bahan baku/penolong yang mengalami
peningkatan, antara lain bahan bakar diesel, minyak mentah, dan gandum.


Sementara untuk beberapa barang konsumsi yang
meningkat signifikan pada Desember 2022 adalah bawang putih, buah-buahan, dan
daging. Peningkatan impor barang konsumsi terjadi karena meningkatnya
permintaan saat liburan Natal dan Tahun Baru serta menguatnya daya beli
masyarakat yang tercermin dari meningkatnya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK)
dari 119,1 pada November 2022 menjadi 119,9 pada Desember 2022.


Berdasarkan negara asal, impor nonmigas Indonesia
didominasi dari Tiongkok, Jepang, dan Australia dengan total pangsa 48,60
persen dari total impor nonmigas Desember 2022. Sedangkan negara asal impor
dengan peningkatan impor nonmigas terbesar secara bulanan adalah Norwegia yang
naik 758,83 persen, Finlandia (111,60 persen), Hongkong (49,60 persen), Jerman
(42,05 persen), dan Swedia (36,90 persen).


“Secara kumulatif, total impor periode
Januari–Desember 2022 mencapai USD 237,52 miliar atau naik 21,07 persen dari
periode 2021 (YoY). Pertumbuhan impor tersebut dipicu melonjaknya impor migas
sebesar 58,32 persen dan naiknya impor nonmigas sebesar 15,50 persen YoY,”
tutup Mendag Zulkifli Hasan.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

LPEI Catat Penyaluran PKE Rp13,5 Triliun pada 2025, Naik 85 Persen

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mencatatkan peningkatan signifikan dalam pelaksanaan program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) sepanjang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img