Senin, Maret 2, 2026

PGE Siapkan Investasi USD1,6 Miliar Hingga 2027

Must Read

MONETER

PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Tbk menargetkan untuk meningkatkan basis
kapasitas terpasangnya yang dioperasikan sendiri, dari 672 megawatt (MW) saat
ini menjadi 1.272 MW pada 2027.

 

Kata Direktur Keuangan PGE Nelwin Aldriansyah,
perseroan menyiapkan investasi sebesar 1,6 miliar dolar AS hingga 2027 untuk
meningkatkan basis kapasitas terpasang energi panas bumi.

 

“Untuk mendukung pertumbuhan kapasitas
terpasang yang dioperasikan sendiri sebesar 600 MW itu, perseroan sudah
merencanakan investasi baru yang total nilainya 1,6 miliar,” kata Nelwin.

 

Menurutnya, pada 2023 PGE itu telah menyiapkan
investasi baru sebesar 250 juta dolar AS, dari estimasi belanja modal yang
hanya sebesar 60 juta dolar AS pada 2022. Selanjutnya pada 2024, PGE menyiapkan
investasi baru senilai 350 juta dolar AS.

 

“Makanya kami menyisir berbagai alternatif
pendanaan seperti pelepasan saham perdana atau (initial public offering/IPO) ini. Dalam waktu dekat, kami juga akan
menerbitkan ‘green bond’ dan
alternatif pembiayaan lainnya,” ujar Nelwin.

 

Selain itu, perseroan juga tengah melaksanakan
melaksanakan IPO dengan melepas sebanyak-banyaknya 25 persen saham ke publik
dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

 

PGE rencananya akan melepas sebanyak-banyaknya
10.350.000.000 (10,35 miliar) saham biasa dengan harga pelaksanaan penawaran
perdana dengan kisaran Rp820-Rp945.

 

Melalui penawaran umum perdana saham, PGE
menargetkan perolehan dana sebanyak-banyaknya Rp9,78 triliun. Alokasi hasil IPO
akan digunakan oleh perseroan salah satunya untuk kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex).

 

Selain itu, PGE juga turut mengalokasikan
sebanyak-banyaknya 1,50 persen atau 630.398.000 (630,39 juta) saham dari modal
ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum untuk program opsi
pembelian saham kepada manajemen dan karyawan.

 

Kebijakan itu sesuai dengan keputusan pemegang saham
secara sirkuler pada 27 Januari 2022.

 

Periode penawaran umum perdana saham PGE dijadwalkan
berlangsung pada 20 Februari 2023 hingga 22 Februari 2023. Pencatatan atau “listing” perdana di papan
utama Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dilakukan pada 24 Februari 2023.

 

Dalam penawaran umum perdana saham, PGE menunjuk PT
Mandiri Sekuritas, PT CLSA Sekuritas Indonesia, dan PT Credit Suisse Sekuritas
Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek. PGE juga menunjuk CLSA, Credit
Suisse, dan HSBC sebagai “international selling agents”.

 

Sebelumnya, PGE mencatat perseroan mencapai 287 juta
dolar AS hingga akhir kuartal III/2022 atau tumbuh 3,9 persen (yoy). Rapor
pertumbuhan pendapatan itu melanjutkan tren positif kinerja “top line” perseroan dalam 3
tahun terakhir atau pada rentang 2019-2021.

 

Tercatat, pendapatan tiap tahun, yakni 328 juta
dolar AS pada 2019, 354 juta dolar AS pada 2020, dan 369 juta dolar AS pada
2021.

 

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, PGE
membukukan kenaikan laba bersih signifikan 67,8 persen secara tahunan menjadi
111 juta dolar AS pada September 2022. Kemudian, “net profit margin”
(NPM) juga naik dari 24 persen pada kuartal III/2021 menjadi 38,8 persen per
akhir kuartal III/2022.

 

Pencapaian PGE itu juga didukung kesepakatan kontrak
jangka panjang atau rata-rata di atas 20 tahun dengan PT PLN (Persero) sebagai “offtaker” tunggal. Posisi
tersebut sekaligus memastikan perolehan arus kas yang dapat diprediksi.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

BCA Alokasikan Dana Tunai Rp65,7 Triliun Guna Penuhi Kebutuhan Transaksi Ramadan dan Idulfitri 2026

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyatakan kesiapannya dalam mendukung kelancaran transaksi masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img