Moneter.id – Jakarta – Bagi investor yang telah lama
berkecimpung di dunia investasi, situasi pasar keuangan yang terus berfluktuasi
tiap waktu mengharuskan investor selalu bersikap proaktif dalam mengambil
tindakan. Hal ini karena fluktuasi kondisi dari pasar keuangan adalah bagian
siklus ekonomi yang tidak bisa dielakkan.
Salah satu hal yang terpenting untuk dilakukan ketika
berinvestasi adalah menyiapkan langkah mengantisipasi masalah dan kendala yang
mungkin terjadi di masa depan. Dengan begitu, ketika ternyata performa atau kinerja
dari instrumen investasi yang dipilih sedang melandai, investor tidak langsung
panik dan kelabakan, hingga berisiko salah mengambil keputusan.
Hal ini berlaku pula pada saat menanam modal di reksa dana
pasar uang, pendapatan tetap, atau bahkan saham yang
terkadang performanya mengalami penurunan. Dalam kondisi tersebut, tentu
investor perlu mengetahui bagaimana langkah bijak untuk menyiasatinya. Nah,
daripada penasaran, berikut adalah 5 cara tepat dan akurat untuk menyiasati
situasi kinerja reksa dana yang tengah menurun.
- Perhatikan
Kembali Tujuan Keuangan
Ketika dihadapkan dengan performa reksa dana yang turun,
investor perlu memperhatikan lagi tujuan keuangannya. Alasannya karena tujuan
keuangan menentukan jenis instrumen yang sebaiknya dipilih, dijual, dan juga
dibeli. Hal ini berlaku pula pada tingkat risiko investasi yang seharusnya
dilakukannya.
Misalnya dengan tujuan finansial jangka panjang atau di
atas 5 tahun, idealnya Anda memilih produk reksa dana berisiko tinggi, seperti
reksa dana saham. Mengapa demikian? Reksa dana saham mampu menjanjikan peluang
keuntungan yang paling tinggi, dan tingkat risikonya bisa disiasati dengan
jangka waktu investasi yang panjang.
Sehingga, ketika sewaktu-waktu performa reksa dana saham
menurun, Anda tak akan langsung panik karena dananya tak harus dicairkan dalam
waktu dekat. Lain halnya saat memiliki tujuan keuangan jangka pendek, investasi
di instrumen rendah risiko dan lebih stabil seperti reksa dana pasar uang
menjadi pilihan yang lebih bijak. Meski begitu, potensi keuntungan yang
diberikan oleh reksa dana berisiko rendah biasanya tidak terlalu tinggi.
- Switch ke Jenis Reksa Dana Lain
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, setiap jenis
produk reksa dana memiliki tingkat risiko yang berbeda dan perlu disesuaikan
dengan tujuan keuangan. Jika ternyata pilihan saat ini kurang tepat, tidak ada
salahnya untuk segera melakukan switching
atau mengalihkan modal dari sebuah produk reksa dana ke produk lainnya.
Sebagai contoh, saat ini Anda menanam modal di produk reksa
dana saham. Tapi, karena performanya sedang tidak stabil karena kondisi ekonomi
makro bermasalah, switch atau
mengalihkan modal tersebut ke reksa dana lain yang rendah risiko bisa menjadi
langkah yang tepat untuk diambil. Tentunya, keputusan ini perlu didasari oleh
pertimbangan dan hasil analisis yang jelas agar mampu memberi dampak yang
maksimal.
- Jadikan
Kesempatan Menambah Investasi
Anjuran lainnya ketika dihadapkan oleh penurunan performa
reksa dana adalah dengan menjadikannya kesempatan untuk menambah modal
investasi. Karena nilai reksa dana sedang menurun, artinya Anda bisa membelinya
dengan harga yang lebih rendah. Kemudian, potensi untuk mendapat keuntungan
akan menjadi lebih besar saat nilainya mengalami bounce back dan kembali meningkat.
Langkah ini cocok dilakukan jika tujuan investasi masih
panjang, misalnya lebih dari 3 tahun. Selain itu, pastikan pula apakah langkah
ini layak untuk dilakukan dengan menganalisis potensi perkembangan dari reksa
dana di masa depan. Jika memang masih mempunyai peluang untuk kembali bangkit
di waktu mendatang, maka tidak ada salahnya untuk menjadikan penurunan nilai
reksa dana ini sebagai kesempatan menambah modal investasi.
- Jaga
Kondisi Keuangan dan Kelola Arus Kas
Apabila penurunan nilai reksa dana terjadi karena memang
kondisi ekonomi yang sedang memburuk, maka langkah preventif yang perlu
dilakukan adalah menjaga kondisi keuangan. Kelola finansial dan pastikan arus
kas tetap dalam kategori sehat agar bisa bertahan dalam kondisi ekonomi
tersebut.
Pastikan jika pengeluaran lebih kecil dibanding pemasukan
dengan melakukan penghematan. Tetap sisihkan sebagian penghasilan sebagai dana
darurat guna mengantisipasi risiko munculnya kebutuhan mendesak di waktu
mendatang. Biasanya, dalam kondisi ekstrem, kondisi ekonomi yang terpuruk
membuat investor tak bisa mencairkan modal reksa dananya sehingga memastikan
kondisi keuangan terjaga penting untuk dilakukan.
- Lakukan Cut Loss Sebagai Langkah Terakhir
Langkah terakhir ketika kinerja dari reksa dana tengah
menurun adalah dengan melakukan cut loss atau
mencairkan dana investasi dalam keadaan merugi. Langkah ini penting untuk
dilakukan agar bisa terhindar dari risiko kerugian yang lebih besar lagi.
Jangan
Buru-Buru, Pikirkan dengan Matang Strategi Hadapi Penurunan Reksa Dana
Tidak dapat dipungkiri jika nilai investasi yang melemah
pasti bisa membuat investor kelabakan, terlebih yang masih pemula. Tapi, jika
dihadapkan pada kondisi tersebut, ambil nafas panjang dan pikirkan strategi
untuk menyiasatinya dengan matang.
Dengan begitu, risiko kerugian bisa diantisipasi seoptimal
mungkin tanpa melewatkan peluang keuntungan di masa depan.




