Selasa, Januari 27, 2026

FedEx Perkenalkan Collaborative Shipping Tool untuk Meningkatkan Proses Impor dan Efisiensi Logistik

Must Read

Moneter.id –Jakarta – Perusahaan transportasi ekspres, Federal Express Corporation (FedEx) mengumumkan peluncuran Collaborative Shipping Tool. Perangkat digital baru ini menyederhanakan proses impor bagi pelanggan dengan mendukung terciptanya kolaborasi yang lancar selama pembuatan Airway Bill (AWB) antara importir dan pengirim, sehingga meningkatkan efisiensi keseluruhan selama proses pengiriman barang ke seluruh dunia.

Perdagangan komoditas global diperkirakan akan meningkat sebesar 3%, dengan impor di kawasan Asia  diproyeksikan meningkat sebesar 5,1% pada tahun 2025. Menurut studi yang dilakukan oleh International Trade Center, tantangan utama yang dihadapi oleh para importir di seluruh dunia antara lain adalah kegagalan penjemputan barang dan kurangnya visibilitas pengiriman. Inefisiensi ini berdampak langsung pada operasional bisnis, yang semakin menekankan pentingnya solusi digital seperti Collaborative Shipping Tool. 

Perangkat ini mempermudah para importir untuk membagikan proses pembuatan Airway Bill (AWB) secara langsung dengan pengirim, sehingga mereka dapat memastikan detail pengiriman dan menjadwalkan pengambilan sesuai dengan ketersediaan mereka. Fitur kolaboratif ini dirancang untuk meningkatkan kesuksesan pengambilan barang, untuk memastikan efisiensi yang lebih besar dalam proses impor.

“Kehadiran Fedex di Indonesia selama lebih dari 4 dekade membuat kami sangat memahami berbagai macam keunggulan khas yang dimiliki negara ini, khususnya dalam penanganan barang impor,” ujar Garrick Thompson, Managing Director FedEx Indonesia yang dikutip pada Senin (24/2/2025). 

“Melalui Collaborative Shipping Tool, FedEx berkomitmen untuk membantu pelanggan kami serta pelaku bisnis dalam menavigasi kerumitan perdagangan internasional dengan mudah. Solusi inovatif ini mencerminkan komitmen kami dalam menghadirkan solusi yang lebih canggih dan efisien guna memberdayakan para pelanggan kami.” imbuhnya. 

Dengan Collaborative Shipping Tool, importir kini dapat membagikan proses pembuatan AWB dengan pengirim, sehingga mereka dapat memastikan dan mengubah detail paket, serta memberikan tanggal dan waktu pengambilan yang sesuai dengan ketersediaan pelanggan. Hal ini meningkatkan akurasi data pengiriman dan tingkat keberhasilan pengambilan barang secara keseluruhan, juga meminimalisir penundaan pengiriman.

Importir juga akan mendapatkan informasi secara real-time mengenai proses pengambilan barang, sehingga memastikan transparansi dan kontrol yang lebih baik terhadap berbagai aktivitas pengiriman mereka. Alat pengiriman ini dirancang sesederhana dan seintuitif mungkin, sehingga proses impor menjadi lebih mudah dan efisien bagi importir dan pengirim.

Collaborative Shipping Tool tersedia untuk semua pelanggan impor FedEx di Asia Pasifik, Eropa, Amerika Serikat, Kanada, Timur Tengah, Subkontinen India, dan Afrika, yang memungkinkan kolaborasi tak terbatas dengan pengirim global mereka. 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Hadirkan Saham AS, Kini Diversifikasi Aset Lebih Praktis di Satu Aplikasi Valbury

Perusahaan pialang berjangka, Valbury Asia Futures (Valbury) memulai langkah di awal 2026 ini dengan memperkuat layanan multi aset di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img