PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 dengan membukukan pendapatan sebesar Rp27,2 triliun. Di tengah tekanan ekonomi global serta pelemahan nilai tukar rupiah, perusahaan penyedia solusi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) ini tetap mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 8,1% dibandingkan tahun sebelumnya.
Sejalan dengan peningkatan pendapatan, Perseroan juga membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp814,0 miliar atau tumbuh 10,0% secara tahunan. Capaian ini dinilai mencerminkan ketahanan kinerja sekaligus efektivitas strategi bisnis yang dijalankan perusahaan di tengah kondisi pasar yang menantang.
Presiden Direktur MTDL, Susanto Djaja, mengungkapkan bahwa stabilitas penjualan perangkat seperti PC dan notebook menjadi salah satu faktor utama yang menopang kinerja perusahaan.
“Kemampuan Perseroan dalam menjaga stabilitas penjualan PC dan notebook menjadi salah satu faktor kunci yang mendukung kinerja di tengah melemahnya daya beli dan pengetatan belanja pemerintah, seiring dengan strategi diversifikasi produk serta penguatan layanan pada segmen solusi dan konsultasi yang turut mendorong pengembangan bisnis secara berkelanjutan,” ujarnya.
Kontribusi terbesar terhadap pendapatan masih berasal dari unit bisnis distribusi. Melalui strategi diversifikasi produk, segmen ini mampu mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 9,0% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan signifikan pada segmen smartphone yang naik 24,6%, serta segmen komersial yang tumbuh 7,2%.
Di sisi lain, unit solusi dan konsultasi digital juga menunjukkan kinerja yang semakin solid. Penjualan pada segmen ini meningkat 4,5%, sementara laba bersihnya melonjak hingga 12,0%. Pertumbuhan ini didukung oleh meningkatnya kebutuhan layanan berbasis teknologi seperti cloud, hybrid infrastructure, dan cybersecurity.
Perseroan juga terus mengandalkan model bisnis berbasis langganan untuk menjaga kestabilan pendapatan berulang. Seiring dengan berlanjutnya kebutuhan transformasi digital di berbagai sektor, permintaan terhadap layanan solusi dan konsultasi pun mulai menunjukkan tren pemulihan.
Menutup pernyataannya, Susanto menyampaikan optimisme terhadap prospek bisnis ke depan. “Keberhasilan melalui tantangan kondisi makro tahun 2025 ini membuat kami semakin optimis dalam upaya memperkuat posisi Perseroan sebagai digital solution provider dan dalam upaya meraih target menjadi perusahaan TIK terbesar di Indonesia,” tutupnya.




