PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) menutup tahun buku 2025 dengan kinerja yang melampaui ekspektasi pasar. Emiten penyedia solusi percetakan sekuriti ini berhasil mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba bersih dua digit, sekaligus mempertegas langkah transformasi bisnis ke ranah solusi digital sebagai mesin pertumbuhan baru.
Sepanjang tahun 2025, JTPE membukukan pendapatan bersih sebesar Rp2,78 triliun, naik 31 persen secara tahunan (year on year/YoY). Pada saat yang sama, laba bersih melonjak 48 persen menjadi Rp375,06 miliar. Realisasi tersebut tidak hanya menunjukkan ekspansi bisnis yang agresif, tetapi juga berhasil melampaui target internal Perseroan.
Lonjakan kinerja ini terutama ditopang oleh lini bisnis sekuriti yang masih menjadi tulang punggung perusahaan. Segmen tersebut menyumbang pendapatan Rp2,61 triliun atau lebih dari 90 persen dari total pendapatan. Produk kartu identitas, terutama komponen paspor dan surat kepemilikan kendaraan bermotor, kartu pembayaran, hingga solusi perlindungan merek menjadi motor utama pertumbuhan.
Direktur Utama JTPE Allan Wibisono Oei menegaskan capaian tersebut merupakan hasil dari strategi ekspansi yang disiplin dan respons cepat terhadap peluang pasar.
“Kami bersyukur capaian tahun 2025 ini berhasil melampaui target yang telah ditetapkan, didorong oleh optimalisasi yang terus dilakukan Perusahaan serta langkah proaktif dalam menangkap berbagai peluang baru,” ujar Allan.
Di tengah pertumbuhan bisnis inti yang solid, JTPE mulai mengarahkan fokus pada segmen digital sebagai sumber pertumbuhan jangka panjang. Perseroan melihat ruang ekspansi yang besar pada pengembangan digital solution, khususnya solusi inventory and distribution management serta pemanfaatan teknologi berbasis RFID.
Langkah ini dinilai strategis seiring pesatnya pertumbuhan ekonomi digital nasional yang diperkirakan mencapai Rp1.700 triliun pada 2025. Dengan momentum tersebut, JTPE mempercepat transformasi dari perusahaan percetakan sekuriti menjadi pengembang produk dan solusi berbasis teknologi.
Akselerasi transformasi bisnis ini diwujudkan melalui peningkatan investasi pada riset dan pengembangan (R&D), penguatan sumber daya manusia, pengembangan layanan baru, serta modernisasi mesin dan teknologi. Strategi tersebut diarahkan untuk memperluas diversifikasi pendapatan sekaligus meningkatkan margin bisnis di masa mendatang.
Pasar menilai pergeseran fokus ke solusi digital dapat menjadi katalis pertumbuhan baru bagi Perseroan, terutama ketika kebutuhan industri terhadap sistem distribusi, pelacakan inventori, dan keamanan data terus meningkat.
“Melalui berbagai langkah strategis yang telah disiapkan tersebut, Perseroan optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan berkelanjutan ke depan,” tutup Allan.




