Selasa, April 7, 2026

Kolaborasi Tiga Negara, SEAFA Dibentuk untuk Perkuat Ketahanan Pangan ASEAN

Must Read

Pupuk Indonesia (Persero) bersama Petronas Chemicals Group Berhad dan Brunei Fertilizer Industries resmi mendeklarasikan pembentukan Southeast Asia Fertilizer Association sebagai wadah kolaborasi produsen pupuk Asia Tenggara. Deklarasi ini dilakukan dalam rangkaian Argus Fertilizer Asia Conference pada Rabu (1/4).

Pembentukan SEAFA menjadi langkah strategis dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan yang semakin kompleks di kawasan. Melalui asosiasi ini, para produsen pupuk diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas pasokan sekaligus meningkatkan daya saing industri pupuk Asia Tenggara di tingkat global.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan fondasi penting bagi masa depan industri pupuk kawasan. “Apa yang kita saksikan hari ini bukan sekadar seremoni penandatanganan, melainkan sebuah langkah menuju pertumbuhan dan kemajuan jangka panjang bagi kawasan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kompleksitas tantangan di sektor pertanian menuntut adanya kerja sama yang lebih erat antar negara. “Menghadapi tantangan tersebut membutuhkan informasi yang lebih baik, kesadaran yang lebih tinggi serta rasa tanggung jawab bersama dari kita semua,” kata Rahmad.

Menurutnya, dinamika global seperti volatilitas rantai pasok dan perubahan kebutuhan energi turut memengaruhi sektor pertanian, sehingga industri pupuk perlu bergerak lebih adaptif. Ia menilai kehadiran SEAFA akan menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi dan respons terhadap perubahan tersebut.

Pada tahap awal, SEAFA diinisiasi oleh tiga perusahaan pupuk dari Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Dalam struktur organisasi, Pupuk Indonesia dipercaya sebagai Chairman pertama, sementara Petronas Chemicals Group sebagai Co-Chairman. Brunei Darussalam ditetapkan sebagai lokasi sekretariat utama asosiasi, dengan sistem rotasi kepemimpinan setiap satu tahun.

Ke depan, SEAFA diharapkan menjadi platform strategis yang mendorong inovasi di sektor pupuk, termasuk pengembangan teknologi rendah karbon, praktik produksi berkelanjutan, serta digitalisasi rantai pasok. Asosiasi ini juga ditargetkan menjadi representasi bersama industri pupuk Asia Tenggara dalam forum regional dan global.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam menjaga ketahanan pangan. “Kita ingin relasi ini kita bangun dengan baik, bukan hanya kebutuhan sesaat. Pupuk ini bukan hanya urusan industri pupuk, tetapi juga berkaitan dengan ketahanan pangan. Sehingga, kita tidak bisa (berjalan) sendiri-sendiri, kita harus kolaborasi (antar negara),” ujarnya.

SEAFA juga membuka peluang bagi produsen pupuk dari negara ASEAN lainnya untuk bergabung. Dengan semakin luasnya partisipasi, asosiasi ini diharapkan mampu memperkuat kontribusi kawasan dalam menjaga stabilitas pasokan pupuk sekaligus mendukung ketahanan pangan global.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Bappenas: Bila Harga Minyak Dunia di Level 100 Dolar AS per Barel Sampai Juni 2026 Hanya Tekan Ekonomi RI Sebesar 0,1 Persen

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) memproyeksikan bila harga minyak dunia bertahan pada level 100 dolar AS...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img