Senin, Mei 11, 2026

BNI finance Percepat Transformasi Digital Lewat Migrasi Core System ke Azure

Must Read

PT BNI Multifinance (BNI finance) memperkuat transformasi digital perusahaan dengan memindahkan sistem inti operasionalnya ke platform cloud Microsoft Azure. Langkah ini ditempuh untuk meningkatkan stabilitas layanan, memperkuat keamanan data, sekaligus mendukung kesiapan bisnis menghadapi pertumbuhan transaksi dan inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Sebagai perusahaan pembiayaan yang telah beroperasi sejak 1983 dan memiliki 52 kantor cabang di seluruh Indonesia, BNI finance menghadapi kebutuhan infrastruktur teknologi yang semakin kompleks. Tingginya transaksi harian serta tuntutan kepatuhan regulasi membuat perusahaan membutuhkan sistem yang lebih modern dan terintegrasi.

Core system multifinance milik perusahaan yang dikembangkan PT Adicipta Inovasi Teknologi (AdIns) kemudian dimigrasikan ke Microsoft Azure dengan mempertimbangkan aspek keamanan, ketersediaan layanan, dan residensi data di dalam negeri.

Kepala Divisi IT BNI finance, Yudi Satriadi Thamrin, mengatakan transformasi ini menjadi fondasi penting bagi pengembangan bisnis jangka panjang perusahaan.

“Migrasi ini bukan sekadar pindah ‘rumah’ infrastruktur, melainkan langkah strategis untuk membangun fondasi digital yang aman dan siap menyambut inovasi berbasis data dan AI demi kemajuan bisnis jangka panjang. Kehadiran cloud region yang beroperasi di Indonesia juga krusial bagi kami untuk meminimalisir latensi dan memastikan residensi data tetap berada di dalam negeri sesuai amanat regulasi nasional,” ujar Yudi.

Proses migrasi tersebut melibatkan pemindahan lebih dari 200 terabyte data, lebih dari 100 layanan aplikasi, serta berbagai microservices yang saling terhubung. Seluruh tahapan diselesaikan dalam waktu kurang dari dua bulan tanpa mengganggu operasional perusahaan yang melayani lebih dari 1.000 transaksi setiap bulan.

Dalam pelaksanaannya, tim teknologi informasi BNI finance menerapkan pendekatan migrasi bertahap dengan pemetaan microservices, penetapan Recovery Time Objective (RTO) dan Recovery Point Objective (RPO), hingga penggunaan Database Migration Service (DMS) dan Azure Migrate.

BNI finance juga menggandeng PT Intikom Berlian Mustika (INTIKOM) untuk memastikan proses perpindahan sistem berjalan aman dan tetap menjaga kelangsungan layanan bagi nasabah.

Perusahaan menyebut migrasi berhasil dilakukan tanpa kehilangan data atau zero data loss dengan tingkat ketersediaan layanan tetap terjaga di atas 99,5% Service Level Agreement (SLA).

Setelah sistem resmi berjalan di Microsoft Azure sejak 1 Januari 2026, BNI finance mengklaim terjadi peningkatan stabilitas sistem secara signifikan, khususnya saat menghadapi lonjakan transaksi pada jam sibuk. Pengelolaan infrastruktur juga menjadi lebih efisien melalui dashboard pemantauan terpusat dan kebijakan keamanan otomatis.

Pemanfaatan Azure Kubernetes Service (AKS) disebut membantu perusahaan meningkatkan skalabilitas aplikasi kritikal. Sementara integrasi Microsoft Entra dan Microsoft Purview memperkuat tata kelola data dan pengawasan keamanan sistem.

Perusahaan juga mencatat kemampuan deteksi ancaman siber meningkat hingga 20% lebih cepat setelah migrasi dilakukan.

Dalam jangka menengah, BNI finance menargetkan pengembangan data analytics dan penerapan AI untuk mendukung penilaian kredit, evaluasi risiko, hingga analisis prediktif.

Azure Go to Market Lead Microsoft ASEAN, Fiki Setiyono, mengatakan keberhasilan migrasi ini menjadi contoh implementasi transformasi digital di sektor jasa keuangan nasional.

“Keberhasilan BNI finance menjalankan aplikasi inti krusial di Azure menunjukkan bagaimana Microsoft menghadirkan solusi cloud dan AI dengan skalabilitas dan keamanan yang mendukung transformasi bisnis sekaligus membuka peluang inovasi ke depannya. Tidak hanya itu, kolaborasi dengan pelanggan dan mitra kami juga menegaskan peran Microsoft sebagai katalisator transformasi digital bagi sektor jasa keuangan di Indonesia,” kata Fiki.

Menurut Microsoft, layanan Azure dirancang untuk mendukung operasional sektor keuangan dengan standar keamanan, tata kelola data, dan manajemen risiko yang sejalan dengan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Migrasi ini sekaligus menempatkan BNI finance sebagai salah satu institusi jasa keuangan yang menjalankan workload mission-critical dengan residensi data lokal di Indonesia Central cloud region.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Bitcoin Bertahan di Zona US$81.000, Pasar Menanti Arah Baru The Fed

Pasar aset kripto membuka pekan kedua Mei 2026 dengan kecenderungan menguat di tengah meningkatnya kehati-hatian investor global menghadapi serangkaian...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img