Rabu, Juni 10, 2026

5 Tips Efektif Menjaga Keamanan Siber di Tengah Pesatnya Teknologi

Must Read

Di tengah percepatan transformasi digital, ancaman siber menjadi salah satu risiko terbesar yang dihadapi perusahaan. Serangan seperti phishing, ransomware, hingga kebocoran data kini semakin kompleks dan sulit diprediksi.

Menurut Edward, Direktur PT. Nusa Network Prakarsa, perusahaan perlu mengubah cara pandang terhadap keamanan siber.

“Keamanan siber bukan lagi sekadar lapisan tambahan, tetapi sudah menjadi bagian inti dari strategi bisnis. Perusahaan yang tidak siap akan sangat rentan terhadap gangguan operasional dan kerugian data,” ujar Edward.

Nusa Network Prakarsa sendiri merupakan perusahaan system integrator, yang berperan dalam menghubungkan berbagai sistem teknologi mulai dari jaringan, keamanan, hingga infrastruktur IT agar dapat berjalan secara terpadu, efisien, dan saling terintegrasi. Dalam praktiknya, system integrator membantu perusahaan menyatukan berbagai solusi teknologi dari berbagai vendor menjadi satu ekosistem yang utuh dan mudah dikelola.

Berikut lima cara yang dapat dilakukan perusahaan untuk meningkatkan keamanan siber di era digital.

  1. Perkuat Kebijakan Keamanan Data

Langkah pertama dalam menjaga keamanan siber adalah memiliki kebijakan keamanan data yang jelas. Perusahaan perlu menetapkan aturan terkait akses data, penggunaan perangkat, serta manajemen password.

Kebijakan ini harus dipahami oleh seluruh karyawan, bukan hanya tim IT. Kesadaran internal menjadi fondasi utama dalam mencegah kebocoran data.

  1. Gunakan Sistem Keamanan Berlapis

Keamanan satu lapisan saja tidak lagi cukup. Perusahaan disarankan menerapkan pendekatan berlapis seperti firewall, antivirus, endpoint protection, hingga multi-factor authentication (MFA).

Sistem berlapis ini membantu meminimalkan risiko jika satu titik pertahanan berhasil ditembus oleh peretas.

  1. Rutin Melakukan Update dan Patch Sistem

Banyak serangan siber terjadi karena sistem yang belum diperbarui. Celah keamanan pada software lama sering dimanfaatkan oleh hacker untuk masuk ke dalam sistem.

Oleh karena itu, pembaruan sistem secara berkala menjadi langkah penting untuk menutup potensi celah keamanan.

  1. Tingkatkan Kesadaran Karyawan terhadap Ancaman Siber

Human error masih menjadi salah satu penyebab terbesar kebocoran data. Edukasi mengenai phishing, email mencurigakan, dan praktik keamanan dasar sangat penting dilakukan secara rutin.

Pelatihan keamanan siber internal dapat membantu karyawan lebih waspada dalam menghadapi potensi ancaman.

  1. Gunakan Monitoring dan Deteksi Ancaman Secara Real-Time

Perusahaan modern membutuhkan sistem yang mampu mendeteksi ancaman secara cepat. Monitoring real-time membantu tim IT merespons serangan sebelum berdampak lebih luas.

Dengan sistem deteksi dini, perusahaan dapat meminimalkan kerugian dan menjaga keberlangsungan operasional.

Edward menegaskan bahwa pendekatan keamanan siber harus bersifat proaktif, bukan reaktif. Perusahaan perlu membangun sistem yang tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu mendeteksi dan merespons ancaman secara cepat.

“Keamanan siber bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan utama dalam era digital saat ini. Perusahaan yang mampu mengelola risiko dengan baik akan memiliki keunggulan kompetitif yang lebih kuat di pasar,” ujar Edward.

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

KB Bank Gelontorkan Rp720 miliar Kepada MGM Bosco Logistics untuk Memperkuat Ekosistem Rantai Dingin Nasional

PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) menegaskan komitmennya untuk mendukung pertumbuhan sektor riil melalui penyediaan fasilitas pembiayaan hingga...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img