Citi telah meluncurkan kemampuan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di Indonesia, sebuah langkah penting untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas di era digital.
Dengan peluncuran ini, kini tools AI Citi telah tersedia di 87 negara serta yurisdiksi dan dapat digunakan oleh sekitar 180.000 karyawan Citi, dengan rencana untuk terus memperdalam adopsi AI di ekosistem Citi sepanjang tahun.
“Penggunaan AI sangat penting bagi strategi kami dalam beroperasi, mendukung kebutuhan klien, dan membentuk masa depan perbankan. Dengan peluncuran ini, Citi Indonesia memelopori era baru perbankan, menjadi salah satu bank pertama di Indonesia yang memanfaatkan kekuatan AI untuk memodernisasi cara kami beroperasi,” kata Batara Sianturi, CEO Citi Indonesia disiaran pers yang diterima, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, bahwa langkah ini penting dalam meningkatkan kesigapan organisasi kami dengan dukungan AI, sehingga mempertegas posisi Citi sebagai mitra perbankan terdepan bagi institusi dengan kebutuhan lintas batas. Kami membangun masa depan, hari ini.
Seiring peluncuran tools AI Citi di Indonesia, karyawan saat ini memiliki akses ke rangkaian tools AI untuk menyederhanakan pekerjaan dan meningkatkan produktivitas, yang terdiri dari
Citi Stylus Workspaces dan Citi Assist. Citi Stylus Workspaces memanfaatkan conversational AI untuk menyederhanakan tugas sehari-hari melalui berbagai fitur, termasuk pemrosesan cerdas dokumen, templat perintah (prompt) siap pakai, penyimpanan riwayat percakapan, percakapan melalui chat, peringkasan halaman browser, tanya jawab, dan fitur-fitur lainnya.
Citi Assist adalah asisten desktop yang membantu karyawan mencari panduan kebijakan dan prosedur internal Citi, dengan basis konten yang akan terus diperluas dari waktu ke waktu. Tool ini menyediakan akses cepat ke informasi penting, memastikan kepatuhan dan meminimalkan risiko.
“Dengan memelopori era baru perbankan di Indonesia melalui AI, kami memberdayakan karyawan Citi agar dapat memberikan layanan yang semakin baik bagi para klien. Ini bukan hanya sekadar tentang kemampuan beradaptasi; langkah ini membuka peluang pertumbuhan baru dan menjawab tantangan klien yang paling kompleks dengan lebih cepat dan presisi,” pungkas Batara.




