Jumat, Juli 10, 2026

Pertamina Genjot Produksi Migas dari Lapangan Tua Lewat Teknologi CEOR Offshore Pertama

Must Read

PT Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES) mempercepat upaya peningkatan produksi minyak nasional dengan mengimplementasikan teknologi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) berbasis polimer di Lapangan Offshore Rama, Wilayah Kerja Southeast Sumatra (WK SES). Langkah ini menjadi strategi Pertamina untuk mengoptimalkan produksi dari lapangan minyak yang telah memasuki fase mature tanpa bergantung sepenuhnya pada penemuan cadangan baru.

Injeksi perdana polimer yang dilakukan di Lapangan Rama menandai implementasi CEOR lepas pantai pertama di Indonesia. Proyek tersebut diharapkan mampu meningkatkan recovery factor sekaligus memperpanjang usia produktif lapangan migas yang selama ini mengalami penurunan alamiah.

Sebelum memasuki tahap operasi, proyek CEOR telah melalui serangkaian studi teknis dan keekonomian, mulai dari kajian subsurface, pengujian laboratorium, desain rekayasa dan operasi lepas pantai, hingga evaluasi risiko. Seluruh tahapan juga mendapatkan penilaian dari para ahli Enhanced Oil Recovery (EOR) di lingkungan SKK Migas dan Pertamina guna memastikan kesiapan implementasi secara teknis, operasional, dan keselamatan.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengatakan optimalisasi lapangan tua menjadi salah satu kunci menjaga keberlanjutan produksi migas nasional di tengah semakin terbatasnya penemuan cadangan baru.

“Lapangan mature bukan aset yang selesai, namun membutuhkan inovasi dan pendekatan baru. Hari ini, melalui Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR), kita sedang memberikan ‘terapi’ baru bagi reservoir kita, memperpanjang usia produktifnya, dan membuktikan bahwa aset-aset puluhan tahun masih mampu berkontribusi besar bagi ketahanan energi nasional,” ujar Simon.

Menurut dia, penerapan teknologi menjadi bagian dari transformasi strategi Pertamina dalam mengelola aset migas nasional agar mampu menghasilkan nilai tambah lebih besar.

“Pada akhirnya, teknologi bukanlah tujuan. Teknologi adalah cara kita menjaga amanah bangsa. Amanah untuk memastikan energi tetap tersedia, memperkuat ketahanan energi nasional, dan memastikan Pertamina terus memainkan perannya sebagai Soko Guru Energi Indonesia,” katanya.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menilai implementasi CEOR offshore tersebut menjadi terobosan penting bagi industri hulu migas Indonesia. Selain berpotensi meningkatkan produksi minyak dari Lapangan Rama, proyek ini juga membuka peluang penerapan teknologi serupa pada lapangan migas lepas pantai lainnya.

“Injeksi perdana polimer yang dilakukan PHE OSES di Lapangan Rama ini merupakan inovasi CEOR offshore pertama di Indonesia. Momen ini menandai tonggak penting dalam penerapan teknologi EOR untuk mengoptimalkan produksi minyak dari lapangan migas lepas pantai yang telah memasuki fase mature. Kami berharap CEOR mampu memberikan hasil recovery factor yang baik, dan berdampak pada meningkatnya lifting minyak nasional,” kata Djoko.

PHE OSES menargetkan manfaat penuh proyek ini dapat dicapai hingga 2030. Keberhasilan implementasi CEOR diharapkan menjadi acuan pengembangan teknologi Enhanced Oil Recovery di berbagai lapangan migas offshore Indonesia, sekaligus memperkuat upaya pemerintah dan Pertamina dalam mengejar target peningkatan lifting minyak nasional melalui optimalisasi aset yang telah berproduksi.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Kinerja Penjualan Eceran Juni 2026 Stabil, Ditopang Libur Sekolah

Bank Indonesia (BI) memperkirakan kinerja penjualan eceran nasional tetap terjaga pada Juni 2026. Hal tersebut tercermin dari Indeks Penjualan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img