Pemerintah memastikan agenda pendalaman pasar modal tetap berjalan di tengah dinamika perdagangan saham. Salah satu indikatornya adalah masih berlanjutnya aktivitas penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan enam perusahaan lagi yang bersiap mencatatkan sahamnya di pasar modal.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan keberlanjutan IPO menunjukkan kepercayaan dunia usaha terhadap pasar modal Indonesia masih terjaga. Hal itu disampaikan saat pembukaan perdagangan BEI sekaligus pencatatan perdana saham PT Niramas Utama Tbk (JELI).
“Jadi ada enam emiten yang selanjutnya akan mencatatkan saham perdananya,” ujar Airlangga.
Menurut Airlangga, pencatatan saham PT Niramas Utama Tbk menjadi IPO kedua di Indonesia sepanjang 2026. Kehadirannya dinilai menjadi sinyal positif karena berlangsung di tengah kondisi pasar saham yang masih berfluktuasi.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran baru Bursa Efek Indonesia atas terlaksananya IPO tersebut. “Selamat dan pecah telur bagi Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) yang baru, ini IPO pertama kali (sejak menjabat),” katanya.
Pemerintah menilai pasar modal memiliki peran strategis sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha. Melalui penghimpunan dana dari publik, perusahaan dapat mempercepat ekspansi bisnis, meningkatkan kapasitas produksi, mendorong inovasi, hingga membuka lapangan kerja baru.
Optimisme terhadap pasar modal turut ditopang oleh fundamental ekonomi nasional yang tetap solid. Pada kuartal I 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,61% secara tahunan, didukung konsumsi rumah tangga yang terjaga, peningkatan investasi, serta reformasi struktural yang terus dilakukan pemerintah.
Kinerja sektor makanan dan minuman juga menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi. Pada kuartal I 2026, sektor tersebut berkontribusi 7,31% terhadap produk domestik bruto (PDB) dan tumbuh 7,04% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, didorong meningkatnya permintaan selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Di sisi investasi, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) sektor makanan dan minuman mencapai Rp10,48 triliun, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp16,34 triliun. Pemerintah menilai capaian tersebut mencerminkan minat investor yang tetap tinggi terhadap sektor riil.
Selain itu, keputusan MSCI yang kembali mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market pada evaluasi Juni 2026 turut memperkuat keyakinan pemerintah terhadap daya saing pasar modal nasional. Ke depan, pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia akan melanjutkan reformasi melalui penguatan transparansi, tata kelola, dan perlindungan investor guna memperluas akses pembiayaan bagi dunia usaha sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.




