Jumat, Oktober 2, 2026

Surplus Dagang RI Naik Tajam Jadi US$3,55 Miliar, Ekspor Nonmigas Makin Kuat

Must Read

Neraca perdagangan Indonesia kembali mencatat kinerja positif pada Agustus 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), surplus perdagangan mencapai US$3,55 miliar, meningkat tajam dibandingkan surplus pada Juli 2026 yang hanya sebesar US$0,12 miliar.

Bank Indonesia (BI) menilai peningkatan surplus perdagangan tersebut menjadi perkembangan positif bagi penguatan ketahanan eksternal perekonomian Indonesia. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan surplus perdagangan memberikan dukungan terhadap kondisi eksternal ekonomi nasional.

“Bank Indonesia memandang peningkatan surplus neraca perdagangan ini positif untuk menopang ketahanan eksternal perekonomian Indonesia lebih lanjut,” ujar Ramdan Denny Prakoso dalam siaran pers BI, 1 Oktober 2026.

Perbaikan kinerja perdagangan pada Agustus 2026 terutama ditopang oleh surplus sektor nonmigas yang meningkat signifikan. Neraca perdagangan nonmigas mencatat surplus US$6,09 miliar, naik dari US$3,10 miliar pada Juli 2026.

Penguatan tersebut sejalan dengan kenaikan ekspor nonmigas yang mencapai US$25,62 miliar serta penurunan impor nonmigas. Kinerja ekspor terutama ditopang komoditas berbasis sumber daya alam, termasuk nikel dan barang daripadanya, lemak dan minyak hewani atau nabati, serta logam mulia dan perhiasan atau permata.

Selain komoditas berbasis sumber daya alam, produk manufaktur juga turut menopang ekspor nonmigas, terutama berbagai produk kimia. Dari sisi negara tujuan, Tiongkok, Amerika Serikat, dan India masih menjadi kontributor utama ekspor nonmigas Indonesia.

Sementara itu, sektor migas turut memberikan kontribusi terhadap perbaikan surplus perdagangan melalui penyusutan defisit. Defisit neraca perdagangan migas pada Agustus 2026 tercatat sebesar US$2,54 miliar, turun dibandingkan defisit Juli yang mencapai US$2,98 miliar.

Penurunan defisit migas tersebut terjadi seiring dengan berkurangnya impor migas dan meningkatnya ekspor migas. Kombinasi penguatan surplus nonmigas dan penyempitan defisit migas akhirnya mendorong surplus neraca perdagangan nasional melonjak pada Agustus.

Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari–Agustus 2026 telah mencatat surplus sebesar US$7,25 miliar. Perkembangan tersebut menunjukkan sektor perdagangan masih memberikan bantalan terhadap ketahanan eksternal perekonomian nasional.

BI menegaskan penguatan ketahanan eksternal akan terus menjadi bagian dari sinergi kebijakan bersama pemerintah dan otoritas lainnya. Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus menopang pertumbuhan nasional.

“Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas lain guna makin memperkuat ketahanan eksternal dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” kata Ramdan.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Laba Rp543,65 Miliar, Teladan Prima Agro Bagikan Dividen Interim Rp258,93 Miliar

PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) menetapkan dividen interim Tahun Buku 2026 sebesar Rp20 per saham dengan total nilai...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img