Selasa, Oktober 20, 2026

BI Ramal PMI Manufaktur Naik ke 52,37% pada Kuartal IV 2026

Must Read

Bank Indonesia (BI) memperkirakan kinerja industri pengolahan nasional terus menguat pada kuartal IV 2026. Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI) diprakirakan naik menjadi 52,37%, melanjutkan tren ekspansi yang tercatat pada kuartal sebelumnya.

Dalam siaran pers Departemen Komunikasi Bank Indonesia pada Senin (19/10/2026), Direktur Eksekutif Ramdan Denny Prakoso menyampaikan bahwa PMI-BI pada kuartal III 2026 tercatat sebesar 52,28%. Angka tersebut meningkat dibandingkan realisasi kuartal II 2026 yang sebesar 51,43%.

Indeks di atas 50% menunjukkan aktivitas industri pengolahan berada dalam fase ekspansi. Dengan proyeksi PMI-BI mencapai 52,37% pada kuartal IV 2026, BI memperkirakan momentum pertumbuhan sektor manufaktur masih berlanjut hingga akhir tahun.

Pada kuartal III 2026, peningkatan kinerja industri pengolahan tercermin dari tiga komponen utama, yakni volume persediaan barang jadi, volume produksi, dan volume total pesanan. Ketiganya mencatat peningkatan dan berada pada fase ekspansi.

Dari sisi subsektor, industri barang galian bukan logam mencatat indeks tertinggi pada kuartal III 2026. Selanjutnya, ekspansi juga ditopang industri makanan dan minuman, industri logam dasar, industri karet, barang dari karet dan plastik, serta industri tekstil dan pakaian jadi.

Kinerja tersebut sejalan dengan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia yang mengindikasikan peningkatan aktivitas industri pengolahan. Indikator ini tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 1,53%.

Untuk kuartal IV 2026, BI memperkirakan volume produksi, volume persediaan barang jadi, dan volume total pesanan tetap berada dalam fase ekspansi. Proyeksi tersebut mengindikasikan aktivitas produksi dan pesanan masih berpotensi menopang kinerja manufaktur pada penghujung tahun.

Adapun industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki diprakirakan menjadi subsektor dengan indeks tertinggi pada kuartal IV 2026. Posisi berikutnya ditempati industri barang galian bukan logam serta industri makanan dan minuman.

Perkiraan kenaikan PMI-BI pada kuartal IV menunjukkan sektor industri pengolahan berpotensi mempertahankan ekspansi. Meski demikian, perkembangan kinerja manufaktur selanjutnya akan tercermin dari realisasi aktivitas produksi, persediaan barang jadi, dan pesanan pada periode tersebut.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pengguna Emas Digital Tembus 19,2 Juta, Gen Z dan Milenial Jadi Motor Pasar

Pasar perdagangan emas digital di Indonesia semakin menarik minat generasi muda. Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) mencatat jumlah...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img