Grup perhotelan global Accor mempercepat ekspansi bisnisnya di Asia dengan mencatatkan 30 kesepakatan pengembangan hotel baru sepanjang 2026 hingga saat ini. Kesepakatan tersebut mencakup total 7.698 kamar di 12 negara Asia, dengan Indonesia menjadi pasar terbesar berdasarkan jumlah proyek yang disepakati.
Ekspansi ini mencerminkan pertumbuhan kebutuhan perjalanan, peluang investasi bagi pemilik properti, serta upaya Accor memperkuat kehadirannya di berbagai destinasi strategis di kawasan Asia.
Indonesia memimpin pengembangan bisnis Accor di Asia dengan 13 hotel baru yang mencakup lebih dari 2.800 kamar. Proyek-proyek tersebut tersebar di Jakarta, Bali, Batam, dan Yogyakarta.
Vietnam menyusul sebagai salah satu pasar dengan pertumbuhan signifikan. Accor mencatatkan enam kesepakatan hotel dengan total lebih dari 2.600 kamar di Danang dan Phu Quoc. Perkembangan ini memperkuat posisi Vietnam dalam strategi ekspansi regional perusahaan.
Dari sisi kategori hotel, segmen menengah atau midscale menjadi kontributor terbesar terhadap pengembangan Accor di Asia. Segmen ini menyumbang sekitar 49 persen dari total kamar yang disepakati, melalui 16 hotel dengan lebih dari 3.600 kamar.
Sejumlah merek yang mendukung pertumbuhan segmen tersebut antara lain TRIBE, Mercure, Novotel, dan Handwritten Collection.
Sementara itu, segmen premium mencatatkan tujuh hotel dengan lebih dari 2.200 kamar, yang dipimpin oleh merek Mövenpick. Segmen ekonomi menyumbang lima hotel dengan sekitar 1.200 kamar, terutama melalui ibis Styles.
Pada kategori luxury dan lifestyle, Accor mencatatkan dua kesepakatan hotel dengan total 583 kamar. Portofolio merek dalam kategori ini mencakup Raffles, Fairmont, Sofitel, Emblems, MGallery, serta merek Ennismore seperti Delano, SLS, 25hours, dan Rixos.
Chief Development Officer Accor untuk Asia, Andrew Langdon, mengatakan 2026 berpotensi menjadi tahun dengan pertumbuhan pengembangan bisnis yang kembali mencetak rekor di kawasan tersebut.
“2026 tampaknya akan menjadi tahun rekor lainnya bagi pengembangan Accor di Asia, dengan kesepakatan yang kami raih berada di jalur untuk menghasilkan pertumbuhan rekor selama empat tahun berturut-turut di kawasan ini,” ujar Langdon.
Menurut dia, semakin banyak pemilik properti yang melihat manfaat bergabung dengan jaringan perhotelan internasional yang memiliki merek kuat, distribusi global, serta program pemesanan dan loyalitas ALL Accor untuk mendukung pendapatan dan kinerja aset dalam jangka panjang.
Perluas Merek untuk Generasi Wisatawan Baru
Selain memperluas jaringan hotel, Accor juga memperkenalkan konsep merek yang menyesuaikan kebutuhan wisatawan masa kini. Pada 2026, merek hotel ekonomi berorientasi gaya hidup, greet, mulai hadir di Asia melalui pembukaan hotel pertamanya di Bangkok.
Merek tersebut menyasar wisatawan yang mempertimbangkan harga sekaligus menginginkan pengalaman menginap yang nyaman dan memiliki karakter tersendiri. Accor juga tengah menyiapkan rencana untuk membawa JO&JOE, merek yang menawarkan konsep hostel dengan pendekatan berbeda, ke pasar Asia pada masa mendatang.
Di sisi pengembangan bisnis, skema waralaba atau franchising juga semakin diminati pemilik properti di kawasan Asia. Model ini memberikan fleksibilitas dalam pengembangan hotel sekaligus akses ke jaringan merek, sistem distribusi global, dan platform loyalitas Accor.
Minat terhadap skema tersebut berkembang di sejumlah pasar, termasuk Thailand, Malaysia, dan Singapura. Di Vietnam, Accor menjadi grup perhotelan internasional pertama yang mendaftarkan merek-mereknya untuk skema waralaba, membuka peluang bagi pengembangan hotel dengan model bisnis yang lebih fleksibel.
Merek seperti Mercure, Handwritten Collection, ibis Styles, dan Mövenpick juga menarik minat pemilik properti yang ingin mengubah posisi atau konsep aset hotel mereka dengan memanfaatkan jaringan internasional Accor.
Perumahan Bermerek dan Proyek Terpadu Ikut Berkembang
Accor turut memperkuat bisnis hunian bermerek atau branded residences melalui platform Accor One Living. Segmen ini menggabungkan pengalaman tinggal di hunian dengan layanan dan standar merek perhotelan, serta menjadi salah satu pendorong pertumbuhan bisnis hospitality global.
Di Asia, Accor melihat peningkatan minat terhadap proyek hunian bermerek, baik yang terintegrasi dengan pengembangan multifungsi maupun yang berdiri sebagai komunitas hunian tersendiri.
Sejumlah proyek yang diumumkan dalam 12 bulan terakhir meliputi Raffles Residences Bali di Indonesia, SLS Residences Phuket Kamala dan SLS Residences Bangkok Sukhumvit 24 di Thailand, serta Mercure Living Genting Highlands di Malaysia.




