Senin, Januari 26, 2026

Bank Muamalat Targetkan Kredit Korporasi Hingga Rp 25,30 Triliun di 2017

Must Read

Moneter.co.id – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Bank Muamalat) di tahun 2017 menargetkan kredit korporasi yang disalurkan tumbuh Rp2 triliun atau mencapai Rp25,30 triliun dari nilai outstanding 2016 yang tercatat mencapai Rp23,30 triliun. 

Direktur Utama Bank Muamalat Endy Abdurahman di Jakarta, Senin, (10/4) mengatakan, pada 2016 nilai outstanding kredit korporasi Bank Muamalat tercatat meningkat sebesar 8,67% dari nilai outstanding kredit korporasi 2015 yang tercatat sebesar Rp21,44 triliun. 

Bank Muamalat akan selalu berusaha memposisikan diri sebagai mitra usaha yang memberikan layanan dan solusi perbankan kepada nasabah korporasi.

Menurut Endy, ekonomi Indonesia pada 2017 lebih optimistis dan masih cukup fleksibel untuk menyesuaikan diri dalam merespons gejolak ekonomi global. 

Angka pertumbuhan ekonomi nasional diperkirakan di atas 5,04% (realisasi pertumbuhan ekonomi 2016). “Artinya peluang untuk meningkatkan penyaluran kredit bagi Bank Muamalat,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Bisnis Korporasi Bank Muamalat Indra Y Sugiarto mengatakan, Bank Muamalat akan fokus menyalurkan kredit kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahan berlabel blue chip. Sebagai kelanjutan dari strategi penyaluran kredit korporasi, pihaknya memusatkan fokus pembiayaan pada perusahaan-perusahaan BUMN dan perusahaan-perusahaan blue chip. 

“Berbagai perusahaan yang kami targetkan antara lain berasal dari sektor infrastruktur, industri seperti kendaraan bermotor, agrikultur seperti industri kelapa sawit, perdagangan, makanan/minuman, pendidikan, kesehatan, real estate, dan lain-lain,” pungkas Indra. 

Pihaknya juga berharap, strategi ini dapat memacu tren positif pertumbuhan sektor pembiayaan di Indonesia, sekaligus memenuhi target pembiayaan korporasi Bank Muamalat. 

Rep.Hap

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Waspadai Hidden Hunger: Anak Tampak Sehat, Ternyata Kurang Gizi

Di tengah penurunan angka stunting nasional — menurut SSGI 2024 sebesar 19,8% dibandingkan 21,5% pada 2023 — Indonesia justru...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img