Moneter.co.id – Anies Baswedan, gubernur terpilih DKI Jakarta versi hitung cepat, sempat melontarkan pernyataan mengenai program rumah seharga Rp 350 juta untuk masyarakat DKI Jakarta.
Pernyataan itu dilontarkan Anies ketika berdebat dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di salah satu stasiun televisi swasta. Bahkan, Anies berjanji apabila terpilih menjadi gubernur DKI Jakarta, maka dirinya akan membantu masyarakat yang ingin memiliki rumah.
Menurut dia masih banyak rumah di Jakarta yang harganya Rp 350 juta bukan hanya di pinggiran Jakarta. “Ajukan ke kami, tapi syaratnnya itu rumah pertama dan bukan dijadikan tempat usaha,” kata dia, kala itu.
Di satu sisi, publik tahu bahwa permasalahan utama terhadap penyediaan rumah di DKI Jakarta adalah mahalnya lahan yang ada. Direktur Eksekutif Indonesia Properti Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki, harga tanah di Jakarta setiap tahunnya terus mengalami peningkatan.
Penjelasan Ali, saat ini harga rata-rata tanah termurah di Jakarta berkisar Rp 7 juta per meter pesegi. “Itu harga tanah rata-rata di wilayah Jakarta Timur. Ada juga tanah yang harganya masih di kisaran Rp 2 juta per meter di daerah Ciracas dan Cipayung,” kata dia kepada Moneter.co.id di Jakarta, Jumat (21/4).
Namun, lanjut dia, pertanyaannya apakah Pemprov DKI Jakarta punya bank tanah di sana. Saat ini, kata Ali, di Jakarta Timur lahan yang lumayan luas sudah dimiliki swasta.
“Misalnya Jakarta Garden City. Mereka membandrol harga tanahnya di level Rp 12 juta per meter. Ada yang lebih murah punya Kirana Legacy, yakni Rp 11 juta per meter,” jelas dia.
Ali menambahkan, harga rata-rata tanah termahal berada di wilayah Jakarta Pusat, yakni sekitar Rp 30 juta hingga Rp 40 juta. “Paling mahal di Jakarta Pusat ada di Menteng,” ujar dia.
Kemudian, harga rata-rata tanah di wilayah lainnya, seperti di Jakarta Barat sudah mencapai Rp 12 juta hingga Rp 30 juta. Diikuti Jakarta Selatan dengan harga tanah rata-rata Rp 20 juta hingga Rp 25 juta per meter.
“Di wilayah Jakarta Selatan, termahal ada di daerah Senopati yang mencapai Rp 80 juta per meter. Tapi kalau dihitung rata-rata secara keseluruhan di Jakarta Selatan sekitar Rp 20 juta hingga Rp 25 juta,” katanya.
Berikutnya adalah harga tanah di Jakarta Utara. Harga rata-rata tanah di wilayah tersebut berkisar Rp 17 juta hingga Rp 20 juta per meter.
Reporter : HYN




