Moneter.co.id – PT Syailendra Capital berencana akan meluncurkan produk reksa dana Syailendra Equity BUMN Plus.
Chief Executive Officer (CEO) Syailendra Fajar R Hidayat mengatakan, jika produk ini diciptakan agar dapat memberikan hasil investasi yang optimum melalui investasi dengan prioritas pada efek bersifat ekuitas yang diterbitkan oleh badan usaha milik negara (BUMN) atau anak perusahaan BUMN.
Ia optimis produk ini akan direspons positif oleh investor. Hingga akhir tahun ini produk reksa dana ini diperkirakan dapat menghimpun dana kelolaan sebesar Rp300 miliar.
“Sedangkan dalam satu tahun ke depan, dana kelolaan dari Reksa Dana Syailendra Equity BUMN Plus ini akan sebesar Rp500 miliar,” kata Fajar, Rabu (3/5).
Kebijakan investasi Syailendra Equity BUMN Plus, menurutnya, adalah minimum 80 persen dan maksimum 100 persen pada efek bersifat ekuitas. Ketentuan minimum pembelian Rp1 juta untuk pembelian pertama kali dan pembelian berikutnya.
Fajar menjelaskan ada beberapa pertimbangan kenapa perusahaan memilih saham BUMN di antaranya, perusahaan BUMN menguasai sektor-sektor penting yang mempengaruhi hajat hidup orang banyak.
“Pada beberapa sektor, perusahaan BUMN memiliki pangsa pasar tersebar, memiliki profitibilitas yang baik, dan seringkali menjadi price & market leader pada industrinya,” kata Fajar.
Selain itu, saham grup BUMN juga memiliki total kapitalisasi pasar sebesar Rp1,383 triliun atau mencerminkan 24% dari total kapitalisasi indeks harga saham gabungan (IHSG).
Sedangkan gabungan laba bersih saham grup BUMN (per FY2015) adalah Rp89 triliun atau sekitar 52% dari laba bersih seluruh perusahaan di IHSG.
“Kemudian, kami juga melihat performa backtest saham dari perusahaam BUMN selama tujuh tahun terakhir (2010-2016) mencatatkan performa yang baik, dibandingkan dengan benchmark indeks LQ45 dan IHSG,” tutup Fajar.




