Senin, Januari 26, 2026

PT PJB Kembangkan Digitalisasi Sistem Pembangkit Real Time

Must Read

Moneter.co.id – Semenjak April 2017, PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) melakukan pilot project digitalisasi untuk mengetahui secara real time operasional pembangkit listrik. Saat ini vendor untuk melakukan digitalisasi sedang melakukan uji coba di lima pembangkit di bawah PJB.

Muhammad Bardan Sekretaris Perusahaan PT PJB mengatakan, saat ini di semua bisnis sudah wajib berhubungan dengan digital. Maka PLN pun saat ini tengah mengembangkan digitalisasi sistem pembangkit real time.

Menurutnya, PLN Pusat meminta PJB untuk melakukan digitalisasi di semua pembangkitnya. Tujuannya, untuk mengetahui secara real time persoalan yang ada di pembangkit sehingga masalah bisa langsung terselesaikan. 

“Harapannya jika proyek ini berhasil akan menambah efisiensi sebesar 2%-5%. Sejauh ini efisiensi pembangkit milik PJB sudah mencapai 31%,” ucapnya, Selasa (16/5).

Seperti diketahui, selama ini jika ada persoalan di sebuah pembangkit, PJB harus meminta data ke unit pembangkit untuk memperoleh record. Hal ini membuat proses perbaikan menjadi lama. Nah dengan digitalisasi sistem pembangkit ini maka masalah yang ada di pembangkit akan tersentralisasi di kantor pusat PJB.

“Kami bisa punya record pembangkit termasuk masalahnya. Jadi jika suatu saat ada masalah lagi kami bisa memetakan dan langsung tahu apa yang harus engineering lakukan, termasuk cepat langsung ke lokasi,” ujar Bardan.

Menurutnya, pihaknya baru melakukan pilot project untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Paiton unit 1, 2, dan 9, lalu PLTU Rembang dan PLTU Pacitan.

“Kami sudah melakukan kerja sama pengembangan dengan sebuah vendor yang khusus melakukan digitalisasi sistem pembangkit. Mereka sudah ahli membangun sistem itu lebih dari 10.000 MW sudah mereka tangani,” jelasnya.

Ia menyatakan, kerja sama dengan sebuah vendor yang mengelola sistem itu akan diresmikan pada Mei ini. “Target pilot project untuk lima pembangkit itu selesai Oktober dengan biaya dari sistem itu Rp 13 juta per kWh,” lanjut Bardan.

Saat ini total kapasitas pembangkit milik PJB mencapai 5.572 MW plus PJB juga mengembangkan proyek digitalisasi pembangkit secara real time. 

Proyek digitalisasi sistem pembangkit akan selesai pada akhir 2018. “Nanti 25 pembangkit yang kami kelola saat ini bisa diketahui secara real time.

Rep.Sam

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Kawasaki W175 ABS dan W175 Street Kembali Hadir untuk Konsumen Indonesia

PT. Kawasaki Motor Indonesia kembali menghadirkan W175 ABS dan W175 STREET, dua model bergaya retro autentik yang menjadi bagian...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img