Moneter.co.id – PT Bank Harda Internasional Tbk akan melakukan penerbitkan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (rights issue). Perseroan mengincar dana segar sekitar Rp100 miliar dari hajatan perdananya yang rencananya dilangsungkan pada semester II tahun 2017.
Plt Direktur Utama Bank Harda Barlian Halim mengatakan, aksi itu bertujuan untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan. Saat ini Bank Harda memiliki modal inti sebesar Rp385 miliar.
Nantinya pasca-dilakukannya right issue, diharapkan modal inti perusahaan dapat bertambah menjadi Rp500 miliar. “Sekarang masih BUKU I, tahun 2018 ditargetkan dapat masuk ke kelompok BUKU II,” katanya, Senin (5/4).
Menurutnya, pemegang saham sudah berkomitmen untuk melakukan penambahan modal. Selain menyongsong status sebagai bank BUKU II, rasio permodalan perusahaan atau capital adequacy ratio (CAR) perusahaan pasca-dilakukannya right issue bakal dijaga di level 20%.
Sejatinya penguatan modal mutlak diperlukan guna mendukung rencana ekspansi perseroan. Seperti pengembangan internet banking.
Terkait dengan kinerja tahun ini, perseroan membidik angka penyaluran kredit bertumbuh sekitar 20% dari realisasi tahun lalu yang mencapai Rp1,39 triliun.
Portofolio kreditnya bakal disumbang oleh sektor perdagangan, industri pengolahan, real estate, hingga konsumsi.
Rep.Hap




