Kamis, Maret 5, 2026

Diduga Monopoli, Tera Group Adukan 12 Bank Ini

Must Read

Moneter.co.id – Perusahaan valuta asing, Tera Group Inc, mengajukan tuntutan antimonopoli kepada Bank of America Corp, Citigroup Inc, JPMorgan Chase and Co serta sembilan bank lain yang diduga melakukan persekongkolan dengan menutupnya dari pasar credit default swat (CDS) senilai US$9,9 triliun.

Sembilan bank lainnya, a.l Barclays Plc, BNP Paribas SA, Credit Suisse Group AG, Deutsche Bank AG, Goldman Sachs Group Inc, HSBC Holdings Plc, Morgan Stanley, Royal Bank of Scotland Group Plc dan UBS Group AG.

Dua belas bank tersebut dituduh melakukan koordinasi untuk memboikot platform TeraExchange selama tujuh tahun dengan menolak mengirimkan setiap trasaksi, menghapus dan menyelesaikan perdagangan CDS kepada para konsumen.

Tera mengatakan para bank menggunakan 95% pangsa pasar mereka untuk meminta agar aksi jual beli saham menggunakan protokol tersendiri, yang dianggap tidak efisien.

Dengan aksi tersebut, akan memungkinkan pihak bank mendapatkan keuntungan lebih dengan cara menjaga para trader buta terhadap harga.

“Kami menghadapi aksi boikot yang dipaksakan oleh dealer, TeraExchange telah di tutup dari pasar CDS,” kata perwakilan Tera dalam pengaduannya di Pengadilan Federal Manhattan, pekan lalu.

Sementara itu, pihak Bank of America, Citigorup dan JPMorgan sebagai penguasa pasar dengan persentase 40% di pasar CDS, enggan berkomentar.

Tera Group sendiri berbasis di Summit, New Jersey, sementara TeraExchange berbasis di New York. Gugatan semacam ini, ternyata sudah pernah dilakukan pada April tahun lalu dengan dugaan persekongkolan yang sama.

Dalam catatan di pengadilan terebut, tuntutan Tera digabungkan dengan tiga tuntutan hukum serupa, hingga kini proses pengadilan masih tertunda.

Pada gugatan tahun lalu, TeraExchange tidak sendiri, perusahaan lain, Javelin Capital Markets mengklaim bahwa bank-bank tersebut mengancam akan memotong jumlah konsumen yang melakukan perdagangan di platform perbankan. 

Sekedar informasi, credit default swap merupakan suatu perjanjian jual beli dimana penjual memberikan jaminan asuransi kepada pembeli bahwa dana pinjaman yang dikeluarkannya dipastikan akan dibayar. 

Saat ini, CDS merupakan indikator fundamental yang paling dicari oleh para investor besar dan para fund manager diseluruh dunia.

Nilai CDS suatu negara bisa menjadi acuan sebagai indikator forex paling akurat untuk memprediksi pergerakan mata uang negara tersebut dalam jangka menengah / panjang.

Rep.Hap

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ini Daftar Software HRIS Terlengkap di Indonesia

Di era digital 2026, perusahaan tidak lagi bisa mengandalkan sistem manual untuk mengelola SDM. Administrasi karyawan, absensi, payroll, pajak,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img