Moneter.co.id – PT Bank Bukopin Tbk membukukan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp95,6 triliun hingga kuartal II/2017. Pencapaian itu naik 23,48% dibandingkan perolehan DPK pada tahun 2016.
Direktur Keuangan dan Perencanaan Bank Bukopin, Eko Rachmansyah Gindo mengatakan, kenaikan DPK tersebut mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap perseroan.
“Di periode yang sama, CAR Perseroan meningkat menjadi 16,34%. Penguatan modal ini disumbangkan dari hasil penerbitan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Bank Bukopin Tahap II tahun 2017 sebesar Rp1,405 triliun,” ucapnya.
Selain peningkatan CAR, tingkat likuiditas perseroan pada kuartal kedua tahun 2017 masih tetap terjaga dengan baik. Hal ini terlihat pada posisi LDR Perseroan sebesar 75,07%, turun 16,21% secara year-on-year.
Sementara itu, pertumbuhan kredit Bukopin juga mengalami peningkatan dari Rp70,8 triliun menjadi Rp72,9 triliun. Pertumbuhan tersebut disumbangkan oleh peningkatan kinerja pada sektor ritel yang terdiri dari Mikro, UKM, dan Konsumer.
“Sampai dengan Juni 2017, dari total kredit ritel yang disalurkan perseroan berasal dari segmen Mikro sebesar 15,41%, segmen UKM sebesar 42,31%, dan segmen konsumer sebesar 11,06%. Sisanya sebesar 31,22% diserap oleh segmen komersial,” pungkas Eko.
Dengan pencapaian tersebut, hingga kuartal kedua tahun 2017, Perseroan berhasil membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp615 miliar. Per Juni 2017, Perseroan mendapatkan peringkat idA+ (single Aplus) stable outlook dari Pefindo. (Sam)




