Rabu, Januari 14, 2026

Biaya Ekspor Indonesia ke Iran Akan Segera Turun

Must Read

Moneter.co.id – Indonesia terus berupaya
memperluas akses pasar produk-produk potensial Indonesia ke pasar
nontradisional, termasuk ke Iran. Untuk memperkuat ekspor Indonesia ke Iran,
dilakukan pembahasan ‘Preferential Trade Agreement’ (PTA) antara Delegasi
Indonesia dan Iran yang sudah mencapai putaran ke-4, pada 28-30 September 2017,
di Jakarta.

Salah satu agenda yang
dibahas dalam perundingan kali ini adalah mengenai penurunan tarif ekspor
Indonesia ke Iran, yang dinilai cukup tinggi.

“Perundingan ini merupakan
langkah konkret Indonesia yang hasilnya dapat dirasakan oleh para pelaku usaha.
Tingginya biaya ekspor ke Iran disebabkan oleh tingginya tarif Iran, serta transaksi
pembayaran yang harus melalui pihak ketiga. Dengan adanya penurunan tarif, maka
biaya untuk ekspor ke Iran akan berkurang,” kata Direktur Perundingan
Bilateral Kemendag, Ni Made Ayu Marthini yang juga Ketua Tim Perunding
Indonesia-Iran PTA.

Delegasi Iran dipimpin
Deputy for Export Market Development, Iran Trade Promotion Organization,
Ministry of Industry, Mines and Trade Mirhadi Seyedi. Perundingan ke-4 ini
merupakan tindak lanjut dari perundingan putaran ke-3 yang dilaksanakan pada
8-9 Juli 2017 lalu di Tehran, Iran.

“Pada perundingan
sebelumnya, kedua negara lebih fokus untuk menyamakan persepsi dan membahas
draf teks PTA dengan hasil menyepakati beberapa pasal. Pada perundingan kali
ini, pembahasan masuk pada isu yang paling substansial, yaitu pembahasan
modalitas dan produk yang akan dimintakan penurunan tarifnya. Pembahasan juga
tidak terlepas dari draf teks Rules of Origin,” ujar Made, Jumat (29/9).

Made menyampaikan, kedua
negara sepakat untuk menyelesaikan perundingan secepat mungkin agar dapat
segera diimplementasi. “Setelah perundingan ini selesai, kedua negara sepakat
melakukan putaran berikutnya, waktunya akan ditentukan kemudian. Diharapkan
sebelum pertengahan tahun depan negosiasi telah disepakati,” lanjut Made.

Pada putaran ke-5 nanti,
kedua ketua juru runding akan lebih fleksibel dan pragmatis dalam bernegosiasi
dengan semangat menyelesaikan perundingan. Sehingga dapat menghasilkan dokumen
yang berkualitas dan saling menguntungkan kedua negara.

“Iran merupakan mitra
penting dan potensial bagi Indonesia dalam memperluas akses pasar di kawasan
Timur Tengah. Indonesia diharapkan tidak kalah dengan negara-negara mitra
Indonesia yang saat ini sedang atau akan melakukan negosiasi dengan Iran, dalam
hal ini Free Trade Agreement (FTA) dengan Malaysia, PTA/FTA dengan Vietnam, FTA
dengan Pakistan, dan Iran juga akan membentuk Free Trade Zone dengan Eurasian
Economic Union (EAEU),” jelas Made.

Hubungan perdagangan
Indonesia-Iran Neraca perdagangan Indonesia-Iran selama periode 2013-2016
selalu menunjukkan surplus bagi Indonesia. Data tahun 2016 menunjukkan nilai
ekspor Indonesia ke Iran mencapai USD 235,19 juta dan impor Indonesia dari Iran
sebesar USD 103,4 juta.

Sedangkan total perdagangan
Indonesia-Iran periode Januari-Juli 2017 naik 201,82% dibandingkan periode yang
sama tahun 2016. Ekspor Indonesia ke Iran pada periode ini sebesar USD 175 juta
dan impor Indonesia dari Iran mencapai USD 208,2 juta.

Komoditas ekspor utama
Indonesia ke Iran adalah kertas dan produk kertas, serta minyak kelapa sawit.
Sedangkan komoditas impor Indonesia dari Iran adalah minyak bumi, gipsum,
produk dari besi atau baja, dan sulfur. Struktur tarif Iran mulai dari 5%-55%,
dan lebih dari 1/3 tarif Iran lebih besar dari 15%.


(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img