Kamis, Januari 15, 2026

OJK: Investasi Bodong Sebabkan Rp 105,80 Triliun Dana Masyarakat Hilang

Must Read

Moneter.co.id – Ketua Satuan Tugas
Waspada Investasi OJK Tongam Lumban Tobing menyebut sedikitnya Rp105,80 triliun
dana masyarakat telah hilang karena banyaknya investasi bodong yang
menyebar. 
Jumlah ini ditemukan terjadi kurang lebih selama 10 tahun atau sepanjang 2007-2017. 

Jumlah ini, lanjut Tobing, masih bisa bertambah mengingat masih banyak
masyarakat yang kini mulai melaporkan kegiatan investasi bodong tersebut ke
pihak OJK atau ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim). 
“Kebanyakan korbannya itu menengah dan menengah ke bawah,” ujar
Tongam dalam satu diskusi di Jakarta, Sabtu (7/10).


Tongam menjelaskan
berbagai modus yang dilakukan pelaku investasi bodong untuk menjerat korbannya.
Di antaranya, janji imbal hasil yang sangat tinggi serta menggunakan sistem
multi-level marketing (MLM). 



Untuk sistem imbal balik, Tongam menyebut para pelaku ini
biasanya menawarkan komisi besar yang bisa didapat oleh masyarakat dalam kurun
waktu yang relatif singkat. 



Hal ini mirip dengan investasi bodong yang dilakukan oleh
perusahaan Dream For Freedom (D4F), yang menawarkan keuntungan 1 persen setiap
hari.

“Sepanjang 2017
pihaknya telah menemukan 48 entitas ilegal yang berpotensi merugikan
masyarakat. Entitas tersebut kini telah dihentikan OJK,” ujarnya.


(SAM)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

REDMI Note Series Tembus 460 Juta Unit Pengiriman Global

REDMI Note Series menjadi kontributor besar dengan total pengiriman lebih dari 460 juta unit di lebih dari 100 negara...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img