Moneter.co.id – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berencana pengembangan anak usaha di sektor asuransi jiwa. Namun, hal ini masih menunggu holdingisasi dan pemetaan perusahaan asuransi oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
“Untuk life insurance ditunda setelah pemetaan oleh (Kementerian) BUMN selesai,” kata Direktur Utama BTN Maryono, Senin (23/10).
Maryono menambahkan, untuk rencana pengembangan anak usaha BTN di bidang investasi dan pembiayaan (multifinance) masih mungkin terealisir di tahun ini.
Sementara, Direktur BTN R. Mahelan Prabantarikso, memperkirakan akan terdapat dua anak usaha BTN sampai akhir tahun.
“Untuk BTN Life kami masih menunggu posisi holdingisasi asuransi oleh BUMN, sehingga kami menunggu proses itu. Namun untuk perusahaan pembiayaan di akhir tahun bisa terbentuk,” kata Mahelan.
Sebelumnya, pada Juni lalu, Mahelan menyebut BTN akan mengembangkan anak perusahaan PT Danareksa (Persero) yang bergerak di bidang investasi dan pembiayaan melalui pemanfaatan sinergi BUMN. “Danareksa jadi induk dari holding sementara anak perusahaannya salah satu dikelola oleh BTN,” kata dia.
Terkait dengan bisnis pembiayaan atau multifinance, Mahelan mengatakan akan menyasar masyarakat berpenghasilan antara rentang Rp2 juta dan Rp3 juta. “Potensinya ada 6 juta orang. Mereka kebanyakan non-bankable, sehingga ada saatnya bisa pakai multifinance,” tegasnya.
Khusus untuk asuransi jiwa, BTN menjalin kerja sama dengan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) dan mendirikan anak perusahaan baru dan pertama di BTN untuk bidang asuransi jiwa.
(HAP)




