Moneter.co.id – Pembangunan
infrastruktur menjadi prioritas Pemerintah Indonesia selama kurun waktu
2015-2019 dengan target
pembangunan seperti, pembangunan 1000 Km jalan tol, pembangunan jalan baru sepanjang 2.650
Km, pembangunan 65 waduk/bendungan, serta penyediaan 1 juta rumah.
Dari target
tersebut, selama 3 tahun masa pemerintahan telah tercapai
berbagai pembangunan Infrastruktur seperti, 39
bendungan (30 baru dan 9 selesai) dimana bendungan yang telah terbangun
tersebut menambah luas layanan irigasi waduk dari semula 761.542 Ha (11 %)
menjadi 859.626 Ha (12,9 %), pembangunan
jalan tol sepanjang 568 Km, peningkatan kapasitas Sistem Penyediaan Air Minum
sebesar 20.430 liter/detik, capaian penyediaan perumahan sebanyak 2.204.939
unit, dan seterusnya.
Selain itu, untuk menyelesaikan
target pembangunan Infrastruktur, Kementerian PUPR terus bekerja tiada henti.
Diperkirakan sampai dengan akhir tahun 2019 akan terbangun 1.851 Km jalan tol,
pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum untuk menghasilkan 70.471 liter/detik
air bersih, dan lain sebagainya.
“Infrastruktur dengan skala besar
seperti itu, harus didukung dengan industri konstruksi dan kesiapan rantai
pasok konstruksi sumber daya konstruksi yang handal. Sumber daya konstruksi
disini meliputi usaha pemasok bahan bangunan/material, usaha pemasok peralatan
konstruksi, usaha pemasok teknologi konstruksi, dan usaha pemasok tenaga kerja
konstruksi”, kata Plt. Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Danis Sumadilaga
saat menjadi narasumber pada Konferensi Pers Konstruksi Indonesia 2017, Kamis
(26/10).
Tidak hanya itu, dengan memastikan
kehandalan sumber daya konstruksi dalam mendukung Percepatan Pembangunan
Infrastruktur berarti juga mendukung daya saing Indonesia. Di kancah Internasional, daya saing Indonesia saat ini berada
pada peringkat 36. Dimana salah satu faktor
pengungkitnya yaitu daya saing infrastruktur saat ini berada pada urutan ke 52,
setelah di tahun lalu berada di peringkat 60.
Untuk mendukung hal tersebut, Undang-Undang Jasa
Konstruksi No.2 tahun 2017 secara
tegas menyebutkan pada pasal 17 ayat (1) : Kegiatan usaha Jasa
Konstruksi didukung dengan usaha rantai pasok sumber daya konstruksi.Dengan
demikian melalui Undang-undang ini, sektor jasa konstruksi
dibawa ke arah baru yaitu penguatan stakeholder Jasa Konstruksi terutama rantai
pasok Industri Konstruksi dan Usaha Penyediaan Bangunan.
”Namun
Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Untuk mampu menyediakan kebutuhan akan
sumber daya konstruksi, Pemerintah bersama stakeholders konstruksi harus bahu
membahu meningkatkan kemampuan dan daya saing pelaku pemasok sumber daya
konstruksi untuk menyongsong era baru industri konstruksi di Indonesia”, ungkap
Danis.
Konstruksi
Indonesia 2017, sebagai ajang berkumpulnya stakeholders konstruksi baik dari
dalam maupun luar negeri dapat dimanfaatkan sebagai wadah yang tepat untuk
mencari solusi sekaligus tempat berkoodinasi antara Pemerintah dan pelaku usaha
dalam mendukung ketersediaan pasokan sumber daya konstruksi.
Narasumber yang hadir pada acara ini
antara lain, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pracetak dan Prategang
Indonesia (AP3I) Wilfred
A. Singkali dan Portofolio
Director Managing Director Tarsus Indonesia Didit Siswodwiatmoko.
Konstruksi Indonesia 2017 digelar pada
8-10 November 2017 di Jakarta Convention Center. Ajang ini akan
diikuti olehlebih
dari 300 perusahaan terbaik di sektor konstruksi infrastruktur, baik lokal
maupun Internasional dengan memamerkan beragam produk peralatan serta teknologi
konstruksi terbaru yang inovatif hingga jasa konstruksi.
Pameran ini
juga menghadirkan 34 workshop CPD (Continuous
Professional Development) bersertifikat gratis yang berfokus pada berbagai
topik pendidikan penting. Manajemen Proyek, Inovasi & Teknologi, dan Smart
City adalah tema utama, yang akan membantu profesional industri mengembangkan
keterampilan dan pengetahuan di bidang yang sangat penting bagi kesuksesan
bisnis di masa depan.
Konstruksi
Indonesia 2017 dan The Big 5 Construct Indonesia 2017 dirancang sebagai
jembatan bagi beragam elemen di sektor konstruksi, mulai dari pihak kontraktor
swasta, pemerintah, BUMN, akademisi dan masyarakat luas untuk berbisnis dan
berdiskusi sekaligus mendorong perkembangan industri konstruksi yang potensial.
Konstruksi
Indonesia 2017 dan The Big 5 Construct Indonesia 2017 dihelat bersamaan dengan
Indonesia Infrastructure Week (IIW) 2017. Hal ini menjadikan ajang tersebut
sebagai salah satu pameran dan konferensi konstruksi infrastruktur terbesar di
tanah air.
(TOP)




